Lebih Kaya dari Apple dan Google, VOC Bangkrut Total Akibat Keserakahan Pejabatnya Sendiri

Sekitarbandung.com – Pada abad ke-17, Nusantara didatangi oleh sebuah entitas bisnis dengan kekayaan yang tak masuk akal, yaitu Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). VOC merupakan korporasi

Dicky Wicaksono

Lebih Kaya dari Apple dan Google, VOC Bangkrut Total Akibat Keserakahan Pejabatnya Sendiri
Lebih Kaya dari Apple dan Google, VOC Bangkrut Total Akibat Keserakahan Pejabatnya Sendiri

Sekitarbandung.com – Pada abad ke-17, Nusantara didatangi oleh sebuah entitas bisnis dengan kekayaan yang tak masuk akal, yaitu Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

VOC merupakan korporasi multinasional pertama sekaligus salah satu yang terkaya dalam sejarah manusia, bahkan kerap dibandingkan melampaui gabungan kekayaan Apple, Google, dan Microsoft saat ini.

VOC begitu absolut. Mereka memonopoli rempah-rempah yang pada masa itu lebih berharga dari emas, dan perusahaan ini diberi hak istimewa oleh pemerintah Belanda.

Hak istimewa tersebut meliputi mencetak uang sendiri, membangun benteng, hingga memiliki militer dan mengobarkan perang layaknya sebuah negara merdeka.

Dengan kekuatan militer raksasa, nyaris tidak ada kerajaan lokal yang mampu mengusir VOC secara total dari Batavia.

Namun, sejarah memiliki selera humor yang gelap. Raksasa ini perlahan membusuk bukan karena sabetan pedang musuh, melainkan akibat mental korup orang-orangnya sendiri.

Semuanya bermula dari kebijakan yang salah kaprah. VOC menggaji pegawainya dengan bayaran sangat rendah, tetapi menempatkan mereka di pusat surga rempah-rempah.

Baca Juga: Tak Sudi Kotanya Dikuasai Belanda, 200.000 Warga Bandung Bakar Rumah Mereka Sendiri

Akibatnya, mulai dari serdadu rendahan hingga Gubernur Jenderal berlomba-lomba untuk memperkaya diri sendiri.

Praktik korupsi terjadi secara sistematis dan berjamaah. Para pejabat tinggi VOC di Batavia diam-diam melakukan perdagangan gelap.

Selain itu, mereka juga menyelundupkan berton-ton rempah Nusantara dan memotong uang kas perusahaan untuk membangun rumah-rumah mewah yang menyaingi istana raja-raja Eropa.

Kas perusahaan perlahan bocor dan mengering. Beban utang menumpuk akibat biaya perang yang dikorupsi oleh jenderalnya sendiri.

Saking parahnya budaya suap di tubuh mereka, pelesetan nama VOC saat itu berubah menjadi “Vergaan Onder Corruptie” yang berarti Hancur Karena Korupsi.

Tahun 1799 menjadi akhir yang memalukan. VOC dinyatakan bangkrut total dengan utang menggunung, dibubarkan, dan seluruh asetnya diambil alih paksa oleh Kerajaan Belanda.

Kisah VOC menjadi bukti nyata bahwa tidak ada benteng yang cukup kuat untuk melindungi keserakahan. Mereka datang untuk merampok kekayaan Nusantara, lalu akhirnya hancur karena merampok diri mereka sendiri.

Baca Juga: Tak Pernah Tampil di Garis Depan, Zulkifli Lubis Jadi Sosok Jenius di Balik Lahirnya Intelijen Rahasia Republik Indonesia

Related Post

Tinggalkan komentar