Sekitarbandung.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sedang berencana untuk menutup sejumlah jurusan kuliah yang dinilai sudah tidak sesuai dengan kebutuhan ekonomi masa depan.
Langkah tersebut kabarnya akan segera dieksekusi dalam waktu dekat. Alasannya yaitu agar lulusan kampus tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi bisa secara nyata mendapatkan pekerjaan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyebutkan bahwa sekarang banyak jurusan yang kelebihan stok lulusan. Contoh yang paling jomplang itu di bidang keguruan, yaitu sebagai berikut:
- Lulusan tiap tahun: ± 490 ribu orang.
- Kebutuhan real: hanya sekitar 20 ribu orang.
Selain bidang keguruan, prodi kedokteran juga diprediksi akan oversupply pada tahun 2028 kelak kalau pola membuka jurusan hanya mengikuti tren pasar tanpa melihat kebutuhan lapangan pekerjaan yang sebenernya.
“Memang saat ini bonus demografi digaungkan di mana-mana, tetapi kalau pendidikan tinggi yang diharapkan bisa mengantar untuk kita menjadi negara maju itu tidak kita sesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi ke masa depan, tentunya akan tidak match,” tuturnya.
Badri berharap para rektor untuk “rela” memilah mana jurusan yang memang perlu ditutup demi masa depan mahasiswa yang lebih jelas dan pihaknya juga mengharapkan dukungan dari konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).
“Jadi ini menurut kami di kementerian perlu kebijakan bersama. Kami berharap juga support teman-teman dari PTPK, tentunya bapak rektor yang ada di sini semuanya, (supaya) ada kerelaan,” tegasnya.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa adanya dorongan agar dunia pendidikan lebih selaras dengan kebutuhan kerja dan pertumbuhan ekonomi, sehingga lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki peluang yang lebih relevan di masa depan kelak.
Baca Juga: Hari Pertama UTBK 2026 Dipenuhi oleh Kecurangan, Mulai dari Praktik Joki hingga Pakai Alat Bantu

