Plang Penutupan Jalan Diponegoro di Depan Gedung Sate dan Gasibu ternyata Ilegal

Sekitarbandung.com – Plang yang bertuliskan Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu yang ditutup dari tanggal 30 April 2026 hingga 7 Agustus 2026

Dicky Wicaksono

Plang Penutupan Jalan Diponegoro di Depan Gedung Sate dan Gasibu ternyata Ilegal
Plang Penutupan Jalan Diponegoro di Depan Gedung Sate dan Gasibu ternyata Ilegal

Sekitarbandung.com – Plang yang bertuliskan Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu yang ditutup dari tanggal 30 April 2026 hingga 7 Agustus 2026 ternyata tidak berlaku alias ilegal, karena dipasang tanpa izin resmi dari Pemprov Jawa Barat.

Meski sedang ada proyek penataan halaman depan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, akses jalan dipastikan tetap dibuka seperti biasa. Jadi, yang sebelumnya sudah berpikir harus mencari jalan lain, tenang saja, jalur masih bisa dilewati sebagaimana mestinya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pemasangan plang yang bertuliskan informasi tentang Jalan Diponegoro ditutup sejak tanggal 30 April sampai 7 Agustus 2026 itu dinyatakan tidak berlaku alias hoaks.

“Warga Bandung yang saya cintai, Jalan Diponegoro tidak ada penutupan dan pemasangan plang yang mengatakan ditutup sejak tanggal 30 April sampai 7 Agustus 2026, plang itu dinyatakan tidak berlaku karena tanpa persetujuan gubernur,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan di lokasi, papan informasi mengenai penutupan Jalan Diponegoro telah dipasang di bagian timur depan Gedung Sate atau beberapa meter dari pertigaan tersebut, bertuliskan:

Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Gedung Sate dan Lapangan Gasibu Dipastikan Berbasis Kajian, Guna Mobilitas Warga Lebih Lancar

“Pemberitahuan penutupan jalan. Jalan Diponegoro ditutup sementara karena adanya pekerjaan Plaza Area Depan Gedung Sate-Gasibu.”

“Himbauan: ditutup mulai tanggal 30 April 2026-07 Agustus 2026. Mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda.”

Proyek penggabungan yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tersebut saat ini masih dalam pengerjaan dan mendapat penolakan dari sejumlah warga Kota Bandung.

Bahkan, dalam menyoroti program Dedi Mulyadi tersebut, Aksi Kamisan Bandung ke-429 resmi berlangsung di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Kamis (23/4/2026) kemarin.

Dalam aksi tersebut, terlihat massa menyuarakan aspirasi tepat di depan papan pemberitahuan bertuliskan “Mohon maaf perjalanan anda terganggu sedang ada pekerjaan Plaza Area Depan Gedung Sate-Gasibu”.

Lebih lanjut, penutupan ruas jalan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan, sehingga para pengendara diimbau untuk mengambil jalan alternatif lain agar tidak berdesak-desakan di jalan raya.

Baca Juga: Imbas Proyek Penggabungan Gedung Sate dan Gasibu, Jalan Diponegoro Ditutup Sementara selama Tiga Bulan

Related Post

Tinggalkan komentar