8 Pemimpin Negara yang Berakhir di Tangan Amerika Serikat

Sekitarbandung.com – Ada beberapa nama pemimpin yang awalnya dianggap pahlawan rakyatnya, namun berakhir tragis, digulingkan, atau dicap sebagai “diktator berbahaya”. Lantas, siapa saja pemimpin negara

Dicky Wicaksono

8 Pemimpin Negara yang Berakhir di Tangan Amerika Serikat
8 Pemimpin Negara yang Berakhir di Tangan Amerika Serikat

Sekitarbandung.com – Ada beberapa nama pemimpin yang awalnya dianggap pahlawan rakyatnya, namun berakhir tragis, digulingkan, atau dicap sebagai “diktator berbahaya”. Lantas, siapa saja pemimpin negara yang berakhir di tangan Amerika Serikat?

1. Jacobo Árbenz

Digulingkan dalam kudeta CIA pada tahun 1954, karena kebijakan reforma agrarianya menyita lahan kosong milik perusahaan Amerika Serikat.

2. Kwame Nkrumah

Digulingkan melalui kudeta militer pada tahun 1966 yang didukung oleh CIA. Ia dianggap bahaya karena mempromosikan pan-Afrikanisme dan sosialisme.

3. Mohammad Mosaddegh

Digulingkan dalam kudeta militer pada tahun 1953 yang dikenal sebagai Operasi Ajax, karena melakukan langkah berani dengan menasionalisasi industri minyak di Iran.

4. Che Guevara

Diburu dan dieksekusi oleh militer Bolivia yang didukung CIA, serta dianggap bahaya karena dia adalah simbol revolusi komunis yang menyebarkan sentimen anti-AS.

Baca Juga: 7 Orang yang Menikah dengan Benda karena Punya Fetish Objektofilia

5. Muammar Gaddafi

Digulingkan melalui intervensi militer NATO yang didukung CIA, karena ingin menyaingi dollar Amerika melalui dinar emas dan pengaruhnya di Afrika.

6. Saddam Hussein

Invasi Amerika Serikat pada tahun 2003 dilakukan dengan tuduhan yang tidak terbukti mengenai kepemilikan senjata pemusnah massal.

7. Nicolás Maduro

Disingkirkan karena Maduro menganut sistem sosialis anti-AS dan menguasai cadangan minyak terbesar di dunia yang tidak sejalan dengan kepentingan pasar Barat.

8. Ali Khamenei

Dituduh karena mempunyai senjata pemusnah massal dan dibunuh melalui serangan udara pada tahun 2026.

Sejarah menunjukkan bahwa dinamika geopolitik dunia sering kali melibatkan kepentingan besar yang saling berbenturan, di mana kekuasaan, ideologi, dan sumber daya menjadi faktor utama dalam menentukan nasib seorang pemimpin negara.

Baca Juga: Manusia Terakhir dari Suku Yahi di California yang Diperlakukan seperti Pajangan

Related Post

Tinggalkan komentar