Pemkot Bandung Resmikan Fasilitas Donor Darah Canggih Pertama di Indonesia

Sekitarbandung.com – Pemkot Bandung meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD Palang Merah

Dicky Wicaksono

Pemkot Bandung Resmikan Fasilitas Donor Darah Canggih Pertama di Indonesia
Pemkot Bandung Resmikan Fasilitas Donor Darah Canggih Pertama di Indonesia

Sekitarbandung.com – Pemkot Bandung meresmikan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) di Laboratorium Uji Saring dan Produksi UDD/UPD Palang Merah Indonesia Kota Bandung, pada Senin (4/5/2026).

Peresmian fasilitas pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara tersebut menjadi langkah penting dalam transformasi digital layanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan donor darah di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya fasilitas terbaru di PMI sebagai bagian dari digitalisasi pengelolaan donor darah agar dapat berjalan lebih efisien dan optimal.

‎“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan fasilitas terbaru di PMI Kota Bandung. Ini merupakan bentuk digitalisasi pengelolaan donor darah agar bisa betul-betul efisien dan optimal menggunakan teknologi terbaru,” ujarnya.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada otomatisasi proses pengolahan darah, di mana darah donor dapat diproses menjadi berbagai komponen seperti packed red cells (PRC), plasma, trombosit, dan leukosit dengan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Sudah Tahu Golongan Darahmu? Berikut Data Kota Bandung pada Tahun 2025 Semester I

‎Dari sisi kapasitas, fasilitas ini mampu menangani lebih dari 1.000 sampel donor darah per hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan darah sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, Farhan mengajak masyarakat Kota Bandung untuk lebih aktif mendonorkan darah. Selain membantu sesama, donor darah kini juga memberikan manfaat tambahan berupa skrining kesehatan.
‎
‎“Dengan adanya alat ini, masyarakat juga bisa mendapatkan skrining kesehatan dari tes darahnya. Tentu hal ini akan mendorong gaya hidup sehat di Kota Bandung,” tuturnya.

Secara terpisah, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, menyampaikan bahwa pelayanan darah merupakan bagian dari misi kemanusiaan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

‎“PMI bertugas menyediakan darah yang aman, berkualitas, dan sehat. Peresmian GLP dan Whole Blood Automation System ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Baca Juga: Hipertensi Dianggap sebagai Silent Killer, Yuk Rutin Cek Tekanan Darah!

Related Post

Tinggalkan komentar