Sekitarbandung.com – Status darurat sampah merupakan kondisi krisis ketika sistem pengelolaan sampah di suatu wilayah mengalami kelumpuhan akibat volume sampah yang berlebihan dan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah penuh.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh lambatnya pengurangan sampah dari sumbernya, TPA yang overload (kelebihan kapasitas), serta ketergantungan pada sistem open dumping (pembuangan terbuka).
Perbedaan Darurat Sampah dengan Penanganan Sampah Biasa
Darurat Sampah
Bersifat reaktif dan luar biasa, seperti:
- Pengerahan darurat militer.
- Pembakaran massal.
- Pembukaan lahan darurat.
Penanganan Sampah Biasa
Bersifat rutin, seperti:
- Pemilahan.
- Pengangkutan.
- Pemrosesan di TPA.
Langkah-langkah Praktis Penanganan Sampah dari Rumah
Langkah-langkah praktis penanganan sampah dari rumah yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut:
1. Pilah Sampah di Sumbernya
Sediakan dua tempat sampah yang berbeda dan beri label:
- Sampah Organik: Sisa makanan, kulit buah, dan dedaunan.
- Sampah Anorganik: Plastik, kertas, kaca, dan logam.
2. Kelola Sampah Organik
Kita dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui langkah-langkah berikut:
- Pembuatan Kompos: Ubah sisa makanan menjadi pupuk tanaman menggunakan komposter atau ember di pekarangan.
- Pembuatan Lubang Biopori: Buat lubang resapan di tanah untuk mengolah sampah organik sekaligus menjadi area resapan air hujan.
Baca Juga: Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jawa Barat, Ajukan Status Darurat Sampah
Daur Ulang dan Memanfaatkan Kembali Sampah Anorganik
Kurangi sampah plastik dan kemasan dengan menerapkan metode 3R:
- Reduce (Kurangi): Meminimalkan produksi sampah sejak awal.
- Reuse (Gunakan Kembali): Gunakan wadah atau botol kaca bekas untuk menyimpan bumbu atau alat tulis.
- Recycle (Daur Ulang): Kumpulkan barang yang memiliki nilai daur ulang seperti botol plastik, kardus, atau kaleng, lalu setorkan ke Bank Sampah terdekat.
Kurangi Penggunaan Barang Sekali Pakai
Cegah penumpukan sampah sejak awal dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti:
- Membawa tas belanja sendiri, botol minum (tumbler), atau wadah makanan sendiri saat bepergian.
- Gunakan kembali kantong plastik yang sudah ada untuk kebutuhan lain sebelum membuangnya.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Rabu (3/6/2026), mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah dari rumah.
“Wargi Jabar, yuk lebih bijak mengelola sampah dari rumah. Kurangi, pilah, dan olah sampah agar tidak terjadi penumpukan,” tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Kota Bandung sedang Kaji Alat Panas Khusus untuk Leburkan Sampah, Bukan Dibakar

