Sekitarbandung.com – Pemkot Bandung meminta dukungan sekaligus mengajukan permohonan kepada Pemprov Jawa Barat untuk menetapkan status darurat sampah.
Hal tersebut dilakukan setelah meningkatnya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah selama masa libur panjang yang berlangsung sejak Lebaran hingga rangkaian long weekend dalam beberapa pekan terakhir.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan bahwa beban terhadap daya dukung lingkungan saat ini sangat berat. Persoalan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Pemkot Bandung.
“Selama musim liburan ini, mulai dari libur Lebaran sampai long weekend berturut-turut, beban terhadap daya dukung lingkungan sangat berat. Persoalan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi,” ujarnya di Balai Kota Bandung, pada Senin (1/6/2026).
Farhan menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan berdampak langsung terhadap peningkatan volume sampah yang harus ditangani setiap harinya.
Menurutnya, Kota Bandung tidak memiliki tempat pembuangan akhir sendiri sehingga kapasitas pengelolaan sampah sangat dipengaruhi oleh kuota yang diberikan Pemprov Jawa Barat untuk pembuangan residu ke Sarimukti.
Baca Juga: Kota Bandung sedang Kaji Alat Panas Khusus untuk Leburkan Sampah, Bukan Dibakar
Inilah alasan mengapa ia sangat mengapresiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah memberikan bantuan dengan membuka tambahan kuota pengangkutan sampah ke TPPA Sarimukti.
Hingga berita ini dimuat, Pemkot Bandung masih menunggu keputusan Pemprov Jawa Barat terkait usulan penetapan status darurat sampah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Oleh karena itu, Farhan berharap kesadaran masyarakat terhadap pemilahan dan pengurangan sampah dapat terus meningkat demi menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Kota Bandung.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks,” imbuhnya.
Baca Juga: TPS di Kota Bandung Ditutup Selama 3 Hari karena Pengangkutan Sampah Sudah Penuh

