Sekitarbandung.com – Trionda merupakan nama bola yang akan digunakan di World Cup 2026. Bola ini dianggap canggih karena menggunakan chip. Dengan kata lain, versi upgrade dari edisi sebelumnya.
Teknologi yang FIFA sebut sebagai connected ball technology ini membutuhkan pengisian daya selama kurang lebih 1,5 jam untuk bisa digunakan selama kurang lebih 6 jam.
“Kalau chip-nya ditaruh di salah satu sisi gitu, berarti berat sebelah dong?!”
Betul. Inilah mengapa FIFA dan Adidas, sebagai produsen, memasang lagi tiga pemberat di tiga panel lainnya agar seimbang.
Sudah Digunakan pada Tahun 2022
Teknologi chip di bola Piala Dunia sudah digunakan sejak World Cup 2022 di Qatar. Dahulu nama bolanya Al Rihla.
Sementara itu, chip di Trionda mempunyai fungsi yang juga sama, yaitu memonitor pergerakan bola secara presisi.
Trionda menggunakan teknologi inertial measurement unit (IMU) sensor.
Mencatat data 500 kali per detik, melacak akselerasi bola, dan pergerakan tiga dimensi. Data ini terkoneksi secara real-time ke wasit VAR.
Mengapa FIFA menggunakan ini? Karena untuk membantu wasit agar tidak salah mengambil keputusan, terutama untuk peraturan yang sangat krusial dalam menentukan gol atau tidak, yaitu offside.
Wasit VAR menjadi tahu apakah bola ditendang lebih dulu atau pemain memang sudah offside. Gerak pemain juga dipantau secara presisi menggunakan belasan kamera.
Baca Juga: 5 Momen yang Bikin Piala Dunia Jadi Turnamen Terbesar di Dunia
Tidak Berbeda Jauh
Secara spesifikasi teknis, chip di Trionda tidak jauh berbeda dengan Al Rihla. Perbedaannya yaitu bola Al Rihla terdiri dari 20 panel, sedangkan Trionda hanya 4 panel.
Jumlah panel yang sedikit memungkinkan sebuah bola mempunyai bentuk yang lebih bulat sempurna. FIFA mengklaim bahwa:
“Konstruksi empat panelnya menggabungkan jahitan yang sengaja dibuat dalam, menciptakan permukaan yang menghasilkan stabilitas optimal saat terbang dengan memastikan hambatan yang cukup dan merata saat bola melayang di udara.”
Isu Liar Mulai Berhembus
Nah, di sini isu liar mulai berhembus. Bola dengan panel sedikit pernah menjadi kontroversi di Piala Dunia, yaitu Jabulani pada World Cup 2010.
Jabulani mempunyai 8 panel. Bola yang diprotes oleh banyak pemain di tengah kompetisi karena dinilai sulit ditangkap kiper dan sering tidak menentu saat ditendang.
Muncul narasi bahwa Trionda akan mempunyai performa sejelek Jabulani. Kini banyak content creator yang membandingkan performa keduanya.
Tentu FIFA sudah mengetes Trionda sejak tahun 2025 lalu. Sejauh ini, hasilnya oke-oke saja, sesuai target, dan kita lihat saja nanti.
Baca Juga: 6 Peraturan Piala Dunia FIFA 2026 yang Perlu Dipahami agar Kita Tidak Bingung

