Sekitarbandung.com – Saat musim panen telah berakhir, masyarakat di daerah Pangandaran, Jawa Barat, memiliki tradisi unik yang bernama Nampling.
Tradisi yang telah berlangsung sejak sekitar abad ke-17 ini kini tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dari Jawa Barat.
Apa Itu Nampling?
Nampling merupakan tradisi menangkap hama yang tersisa di area persawahan setelah panen padi. Terkadang masyarakat berburu:
Belalang.
Serangga pengganggu tanaman lainnya.
Selain membantu membersihkan lahan, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan warga.
Tradisi yang Bertahan Lebih dari 400 Tahun
Tradisi Nampling telah diwariskan secara turun-temurun sejak sekitar tahun 1600-an.
Umumnya, kegiatan ini berlangsung pada September-Oktober dan dilaksanakan setelah musim panen padi.
Bagi masyarakat setempat, Nampling menjadi bagian dari siklus kehidupan pertanian yang sudah berlangsung selama berabad-abad.
Baca Juga: Raden Machjar Angga Koesoemadinata, Musikolog Pencipta Notasi Nada Sunda
Dari Budaya Menjadi Penggerak Ekonomi
Tradisi ini tidak hanya menjaga kearifan lokal, tetapi saat Nampling berlangsung akan memberikan manfaat seperti berikut:
- Hasil tangkapan seperti belalang dapat diperjualbelikan.
- Pedagang lokal ikut meramaikan kegiatan.
- Masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tambahan.
Dengan kata lain, budaya tetap lestari dan ekonomi rakyat juga ikut bergerak.
Nampling menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kehidupan masyarakat.
“Yuk kenali dan lestarikan budaya lokal Jawa Barat yang masih hidup hingga hari ini!” tulis Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga: Loetoeng Kasaroeng, Film Pertama Pribumi yang Lahir di Bandung

