Sekitarbandung.com – Pada tahun 1926, sebuah film bisu berjudul Loetoeng Kasaroeng diputar di Bandung dan menjadi tonggak awal perfilman pribumi di Indonesia.
Loetoeng Kasaroeng merupakan film yang diangkat dari legenda Sunda, bercerita tentang Purbasari dan lutung jelmaan seorang pangeran.
Film yang disutradarai oleh G. Kruger, sineas asal Belanda, ini dibuat dalam format bisu (tanpa suara) karena pada masa itu teknologi film masih sangat terbatas.
Namun, proses produksinya melibatkan masyarakat pribumi, termasuk para priyayi Sunda di Bandung yang turut menjadi pemain dalam film tersebut.
Di antara para pemain tersebut terdapat anak dari Wiranatakusumah V, yang mendukung penuh proses pembuatan film ini sebagai Bupati Bandung pada masa itu.
Baca Juga: Analisis Naratif Perjuangan Ibu Tunggal dalam Film Pangku (2025)
Jadi, bisa dibilang bibit perfilman nasional lahir dari tanah Pasundan. Bahkan, terdapat pula tokoh yang berpengaruh dalam pembuatan film ini, yaitu Raden Kartabrata.
Film ini bukan hanya sekadar hiburan. Loetoeng Kasaroeng menjadi bagian penting dalam sejarah yang semuanya berawal dari Bandung, Jawa Barat. Tiga poin pentingnya yaitu sebagai berikut:
- Perfilman nasional.
- Industri kreatif Indonesia.
- Pelestarian budaya Sunda.
Hampir 100 tahun lalu, Jawa Barat sudah menjadi bagian penting dalam lahirnya industri perfilman nasional. Dari cerita rakyat Sunda, lahirlah salah satu tonggak sejarah ekonomi kreatif Indonesia.
Baca Juga: Film “Harusnya Horror” Karya Reza Arap Oktovian Akan Rilis Resmi pada 20 Agustus 2026

