Sekitarbandung.com – Asia Timur masih menjadi salah satu kawasan paling sensitif di dunia karena mempertemukan kepentingan China, Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, dan Korea Utara.
Dalam pembahasan Profesor Jiang di The Diary of a CEO, ada tiga titik yang disebut bisa memicu konflik besar jika eskalasinya tidak terkendali. Lantas, tiga titik apa saja yang dimaksud tersebut?
1. Taiwan: China vs Jepang
China melihat Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Jepang memandang Taiwan sebagai kunci keamanan jalur strategisnya.
2. Selat Malaka: Jalur Hidup China
Selat Malaka menjadi titik konflik karena merupakan jalur vital ekonomi China sekaligus titik kontrol strategis Amerika Serikat.
Baca Juga: Begini Cara Lego Bantu Anak-anak Korban Konflik Perang di Dunia
3. Korea Utara: Ancaman Tidak Terduga
Saat kekuatan besar sibuk menghadapi berbagai konflik, Korea Utara bisa melihat peluang untuk meningkatkan tekanan terhadap Korea Selatan.
Jika konflik melebar, maka Indonesia berpotensi ikut terdampak karena posisi strategisnya berada dekat dengan jalur perdagangan dan keamanan Asia Timur.
Meski demikian, berbagai pihak masih berupaya menjaga stabilitas kawasan melalui diplomasi, kerja sama ekonomi, dan penguatan komunikasi antarnegara untuk mencegah terjadinya konflik terbuka.
Bagi Indonesia, menjaga hubungan baik dengan berbagai negara serta memperkuat ketahanan nasional menjadi langkah penting agar dampak dari potensi konflik regional dapat diminimalkan.
Baca JugaL: 8 Orang yang Jadi Kaya Raya Berkat Senjata dan Perang

