Sekitarbandung.com – Jika ada anak-anak yang hidup di tengah konflik perang, menurutmu hal apa yang kemungkinan paling mereka butuhkan saat ini?
Mayoritas orang mungkin langsung menjawab makanan, obat-obatan, atau tempat tinggal yang aman. Tidak salah, karena itu memang kebutuhan yang paling mendesak.
Namun, ternyata di balik semua itu ada satu hal lain yang sering ikut hilang ketika perang terjadi, yaitu kebahagiaan dan masa kecil mereka.
Bayangkan masih berusia 7 atau 8 tahun, tetapi setiap hari yang dipikirkan bukan bermain, sekolah, atau teman-teman, melainkan suara ledakan, pengungsian, dan rasa takut.
Inilah mengapa LEGO Foundation baru saja menggelontorkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk membantu anak-anak yang hidup di wilayah konflik perang.
Baca Juga: Sejarah UFC, dari Turnamen Hampir Bangkrut Jadi Kerajaan Combat Sport Dunia
Fokus mereka bukan hanya membangun taman bermain atau membagikan jutaan keping LEGO. Satu hal yang mereka dorong justru pendidikan berbasis bermain.
Karena bagi anak-anak, bermain ternyata bukan sekadar hiburan. Dari sana mereka belajar berkomunikasi, mengenali emosi, membangun kepercayaan diri, hingga perlahan pulih dari trauma.
Program ini ditargetkan mampu menjangkau sekitar 5 juta anak di berbagai wilayah konflik, seperti Sudan, Suriah, Palestina, Lebanon, Ethiopia, dan beberapa negara lainnya.
Ada satu kalimat dari Presiden International Rescue Committee yang cukup menyentuh hati. Menurutnya, perang sering mencuri masa kecil anak-anak.
Lebih lanjut, terkadang membantu mereka bukan hanya tentang membuat mereka tetap hidup, tetapi juga mengembalikan kesempatan untuk tertawa, bermain, dan merasakan masa kecil yang seharusnya mereka miliki.
Baca Juga: The Power of Bobotoh, Adam Alis Saingi Ronaldo dalam Nominasi Magic Momen ACL 2

