sekitarbandungcom – Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ditemukan sejumlah persoalan operasional dan sanitasi. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian berada di Kecamatan Mandalajati, tempat petugas menemukan bangkai kecoa di ruang penyimpanan bahan makanan basah.
SPPG Bandung menjadi perhatian dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkot Bandung menempatkan satu SPPG di Mandalajati dan dua SPPG di Kecamatan Lengkong dalam pengawasan khusus sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan pangan serta pelaksanaan operasional berjalan sesuai ketentuan.
SPPG Bandung Dapat Pengawasan Khusus Pemkot
Portal Jabar melaporkan tiga SPPG di Kota Bandung masuk pengawasan khusus pada 15 September 2026. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap keamanan pangan dan operasional dapur SPPG.
Farhan menekankan beberapa aspek yang perlu diperhatikan, termasuk pengelolaan sampah, penempatan makanan, dan kondisi operasional. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan memperhatikan standar yang telah ditetapkan.
Salah satu SPPG yang berada dalam pengawasan khusus terletak di Kecamatan Mandalajati. Pemeriksaan kemudian menemukan sejumlah persoalan sanitasi pada fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam menyatakan pemeriksaan tidak menemukan kasus keracunan makanan maupun gangguan kesehatan yang berasal dari makanan SPPG tersebut. Namun, petugas menemukan bangkai kecoa di ruang penyimpanan bahan makanan basah.
Temuan itu menjadi bagian dari evaluasi sanitasi yang dilakukan Dinas Kesehatan. Petugas mencatat sebagian area dapur masih terbuka tanpa plafon. Selain itu, ruang pencucian peralatan belum menggunakan material dinding kedap air.
Baca juga:26 Kali Gempa Bandung dalam 12 Jam, BMKG Ungkap Penyebabnya
SPPG Bandung Diminta Perbaiki Fasilitas Sanitasi
Dinas Kesehatan Kota Bandung memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola SPPG setelah pemeriksaan dilakukan. Rekomendasi tersebut mencakup sejumlah aspek fasilitas yang berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi ruang pengolahan serta penyimpanan makanan.
Sony menjelaskan pengawasan tidak berhenti setelah pemeriksaan awal. Kunjungan ulang dilakukan untuk melihat perkembangan perbaikan yang telah dikerjakan.
Sejumlah perbaikan telah dilakukan, tetapi belum seluruh rekomendasi dinyatakan terpenuhi. Sanitarian dari puskesmas melakukan survei dan pemantauan secara rutin, umumnya setiap pekan.
Pengawasan berkala tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan perbaikan fasilitas diterapkan. Dinas Kesehatan dapat memantau perubahan kondisi sekaligus mencatat aspek yang masih membutuhkan perhatian.
Baca juga:Info Lowongan Kerja Dedi Mulyadi, Unggahan Instagram Terbaru Jadi Sorotan
Temuan bangkai kecoa tidak langsung dinyatakan sebagai penyebab gangguan kesehatan. Dalam hasil pemeriksaan yang diberitakan, tidak ditemukan kasus keracunan makanan atau gangguan kesehatan yang berasal dari makanan SPPG tersebut.
Karena itu, informasi mengenai temuan sanitasi perlu dipisahkan dari kesimpulan mengenai penyebab penyakit. Pemeriksaan Dinas Kesehatan menjadi dasar untuk mengidentifikasi kondisi fasilitas dan menentukan rekomendasi perbaikan yang diperlukan.
Pengawasan khusus terhadap tiga SPPG di Bandung menunjukkan perhatian pemerintah pada aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Langkah tersebut mencakup pemeriksaan kondisi dapur, penempatan makanan, pengelolaan sampah, serta pemantauan tindak lanjut rekomendasi sanitasi.
Bagi pengelola SPPG, hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk memperbaiki fasilitas yang belum memenuhi rekomendasi. Sementara bagi masyarakat, informasi tersebut memberikan gambaran bahwa pengawasan terhadap penyediaan makanan MBG dilakukan oleh pemerintah daerah.
Pemkot Bandung juga perlu memastikan koordinasi antara perangkat daerah dan unit pelayanan berjalan secara konsisten. Pengawasan yang dilakukan berkala dapat membantu mengidentifikasi persoalan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Dengan pengawasan khusus dan kunjungan ulang, kondisi SPPG dapat terus dipantau. Hasil evaluasi berikutnya akan menunjukkan sejauh mana rekomendasi perbaikan telah dilaksanakan oleh pengelola.
SPPG Bandung menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG di Kota Bandung. Karena itu, aspek kebersihan, sanitasi, penyimpanan bahan makanan, dan pengelolaan lingkungan perlu menjadi perhatian dalam setiap kegiatan operasional.
Masyarakat dapat mengikuti perkembangan melalui informasi pemerintah daerah dan sumber media kredibel. Setiap temuan perlu disampaikan sesuai hasil pemeriksaan agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum didukung bukti.
Pengawasan khusus tersebut menjadi langkah preventif untuk menjaga proses penyediaan makanan tetap memenuhi ketentuan. Pemeriksaan lanjutan akan menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kondisi SPPG Bandung.

