sekitarbandungcom – Warga Bandung kini kembali dapat melihat Wisma MPR RI di Jalan Diponegoro Nomor 20 setelah bangunan tersebut selesai dipulihkan pascakebakaran. Ketua MPR RI Ahmad Muzani meresmikan kembali gedung tersebut pada Minggu, 27 September 2026.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti. Prosesi itu disaksikan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sejumlah pimpinan dan anggota MPR, Komisi Kajian Ketatanegaraan, serta Forkopimda Jawa Barat dan Kota Bandung turut hadir.
Mess MPR Bandung sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat kebakaran dalam aksi unjuk rasa pada Agustus 2025. Setelah kejadian tersebut, bangunan menjalani proses rehabilitasi hingga kembali dapat digunakan.
Mess MPR Bandung Kembali ke Bentuk Asli
Dalam peresmian tersebut, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa pemulihan bangunan dilakukan dengan memperhatikan karakter dan material bangunan cagar budaya. Menurut Muzani, hasil pemulihan membuat bentuk Wisma MPR RI kembali seperti kondisi pada tahun 1930.
Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi karena bangunan tidak hanya dipulihkan agar dapat digunakan kembali, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah yang melekat pada bangunan.
MPR RI menyebut proses pemulihan dilakukan setelah bangunan mengalami kebakaran. Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum karena status bangunan sebagai cagar budaya perlu diperhatikan dalam proses renovasi.
Dokumen Pemerintah Kota Bandung turut mencatat bangunan di Jalan Diponegoro Nomor 20 sebagai Rumah Wakil Gubernur, Klasifikasi B, yang berada di Kecamatan Coblong, Kelurahan Cihaurgeulis. Catatan tersebut menjadi bagian dari dokumentasi institusional mengenai bangunan bersejarah di kawasan tersebut.
Status bangunan sebagai cagar budaya juga disebut oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dalam pemberitaan mengenai kebakaran sebelumnya. Bangunan tersebut diketahui pernah berfungsi sebagai rumah wakil gubernur sebelum menjadi aset MPR RI.
Baca juga:SIM Keliling Bandung Akhir September, Catat 2 Lokasi dan Jadwal Lengkapnya
Mess MPR Bandung Kembali Difungsikan
Setelah rehabilitasi selesai, Mess MPR Bandung atau Wisma MPR RI kembali difungsikan. Peresmian oleh Ahmad Muzani menjadi penanda bahwa gedung tersebut telah dapat digunakan setelah melalui proses pemulihan.
MPR RI menyampaikan bahwa gedung tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan internal lembaga. Wisma MPR RI juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Wakil Ketua MPR RI Ibas yang mendampingi peresmian menekankan nilai sejarah bangunan tersebut. Dalam keterangan MPR, Ibas menyampaikan harapan agar Wisma MPR RI tidak hanya menjadi bagian dari sejarah yang dijaga, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Baca juga:Vanderson Curi Perhatian di Balik Kemenangan Brasil 4-2 atas Australia
Kembalinya fungsi bangunan menjadi perhatian setelah proses rehabilitasi yang dilakukan pascakebakaran. Pemulihan tersebut sekaligus mempertahankan keberadaan bangunan bersejarah di Jalan Diponegoro.
Peresmian pada 27 September 2026 juga memperlihatkan keterlibatan pemerintah daerah dan unsur terkait dalam agenda tersebut. Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran MPR dan Forkopimda menjadi bagian dari prosesi peresmian.
Dengan selesainya rehabilitasi, bangunan tersebut kembali memiliki fungsi sebagai Wisma MPR RI di Bandung. Karakter bangunan cagar budaya tetap menjadi perhatian dalam proses pemulihan, sementara penggunaannya dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan lembaga serta kebutuhan kemasyarakatan.
Bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan bangunan bersejarah di Bandung, pemulihan Wisma MPR RI menjadi bagian dari perjalanan bangunan di Jalan Diponegoro. Pernyataan Ahmad Muzani mengenai bentuk yang kembali seperti tahun 1930 juga menunjukkan bahwa aspek sejarah menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rehabilitasi.
MPR RI melalui peresmian tersebut menegaskan bahwa bangunan yang telah dipulihkan dapat kembali dimanfaatkan. Proses ini sekaligus menandai berakhirnya tahap rehabilitasi setelah kerusakan akibat kebakaran pada 2025.
Keberadaan Mess MPR Bandung setelah dipulihkan diharapkan dapat mendukung fungsi gedung sekaligus menjaga nilai sejarahnya. Penggunaan untuk kegiatan kemasyarakatan dan penyerapan aspirasi menjadi salah satu fungsi yang disampaikan MPR setelah peresmian.
Langkah pemulihan juga menjaga kesinambungan fungsi gedung tanpa mengabaikan karakter arsitektur dan nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut sejak.
Dengan demikian, peresmian Wisma MPR RI bukan hanya menandai kembalinya penggunaan gedung, tetapi juga menjadi momentum pemulihan bangunan cagar budaya yang berada di kawasan Jalan Diponegoro, Bandung.

