sekitarbandungcom – Pemkot Bandung menargetkan 435.416 kepala keluarga (KK) terdaftar dalam Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) hingga Desember 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat basis data pelayanan publik dan perlindungan sosial di Kota Bandung.
Pemkot Bandung Kejar Target 435.416 KK
Pemkot Bandung menetapkan target tersebut dari total 870.832 KK. Jumlah 435.416 KK setara 50 persen dari keseluruhan kepala keluarga di Kota Bandung yang ditargetkan terdaftar melalui program Perlinsos.
Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menyampaikan target itu dalam rapat koordinasi Digitalisasi Perlinsos dan Implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada 29 September 2026.
Menurutnya, digitalisasi Perlinsos dan IKD ditujukan untuk menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, terintegrasi, dan dekat dengan masyarakat.
Pelaksanaan program berlangsung pada September hingga Desember 2026. Dengan waktu yang terbatas, pembagian peran, mobilisasi sumber daya, dan pemantauan capaian diminta dilakukan secara terukur di setiap wilayah.
Iskandar menegaskan program tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Seluruh perangkat daerah dan unsur kewilayahan diminta ikut mendukung pencapaian target.
Baca juga: Haornas Bandung 2026, Farhan Tegaskan Kota Harus Jadi City of Champions
Pemkot Bandung Perkuat Pendataan dan Verifikasi
Dalam pelaksanaannya, para Asisten Sekretariat Daerah Kota Bandung sebagai koordinator wilayah diminta memastikan koordinasi lintas perangkat daerah dan kewilayahan berjalan efektif.
Dinsos serta Disdukcapil memberikan dukungan teknis, pendampingan, dan membantu menyelesaikan kendala selama program berjalan.
Kepala perangkat daerah yang berperan sebagai Liaison Officer (LO) juga diminta menggerakkan jajaran serta jejaring masing-masing.
Sementara camat dan lurah menjadi koordinator lapangan yang mengendalikan pelaksanaan sesuai potensi wilayah.
Baca juga: Samsat Bandung I Pajajaran Pindah 6 Oktober 2026, Cek Lokasi Baru di Bale Asri Pusdai
Potensi pendataan mencakup RT, RW, kader, relawan, sumber kesejahteraan sosial, dan unsur masyarakat lainnya.
Agen menjadi ujung tombak karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam proses pendataan dan pelayanan.
Pemkot Bandung juga menargetkan 400 ribu KK dapat diverifikasi hingga akhir 2026 dalam tahapan pendataan.
Target verifikasi ini berbeda dari target 435.416 KK yang ditetapkan untuk pendaftaran melalui Perlinsos.
Menurut Iskandar, data hasil verifikasi nantinya menjadi salah satu basis data untuk mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk pelayanan kesehatan dan program perlindungan sosial.
Karena masih terdapat masyarakat yang belum terdata atau belum terinput, keterlibatan perangkat daerah dan kewilayahan dinilai penting.
Pemkot Bandung Dorong Perlinsos Lebih Terintegrasi
Digitalisasi Perlinsos dan implementasi IKD diarahkan untuk memperluas akses pelayanan publik. Pemkot Bandung meminta seluruh unsur bergerak dalam satu koordinasi agar pendataan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Iskandar juga meminta waktu hingga Desember dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi, memperbanyak mobilisasi agen, memantau capaian, dan menyelesaikan kendala yang muncul di lapangan.
Langkah tersebut sejalan dengan konteks Jawa Barat yang menargetkan seluruh warga di 27 kabupaten dan kota terdaftar dalam sistem perlindungan sosial digital pada awal 2027.
Dengan demikian, pendataan di Bandung menjadi bagian dari penguatan basis data sosial dan kependudukan dalam cakupan yang lebih luas.
Pemkot Bandung berharap koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, agen, dan masyarakat dapat membantu mencapai target yang telah ditetapkan.
Perkembangan capaian pendaftaran dan verifikasi akan menjadi bagian penting dalam melihat pelaksanaan program hingga akhir 2026.
Target 435.416 KK juga tidak dibatasi berdasarkan desil kesejahteraan. Pemkot Bandung menyatakan manfaat kegiatan Perlinsos diharapkan dapat dirasakan seluruh masyarakat Kota Bandung.
Pendekatan itu membuat proses pendataan tidak hanya berfokus pada kelompok tertentu, tetapi diarahkan untuk memperluas cakupan layanan publik.
Dengan pemisahan target pendaftaran dan verifikasi tersebut, informasi mengenai program dapat dipahami secara lebih tepat.
Target pendaftaran mencapai 435.416 KK, sedangkan target verifikasi pada tahapan berikutnya mencapai 400 ribu KK.
Keduanya merupakan sasaran yang disampaikan Pemkot Bandung dalam konteks pelaksanaan Digitalisasi Perlinsos 2026.
Langkah ini diharapkan membantu memastikan data kependudukan semakin tertata dan dapat digunakan sebagai dasar pelayanan publik serta program perlindungan sosial yang membutuhkan informasi akurat di lapangan dalam jangka panjang.
Pelaksanaan hingga Desember 2026 akan menentukan sejauh mana target tersebut dapat dicapai.
Sumber: jabarprov.go.id

