BANDUNG, sekitarBANDUNGcom – Bencana banjir yang melanda Kampung Braga telah meninggalkan dampak signifikan, salah satunya adalah terbatasnya akses warga terhadap pasokan air bersih. Merespons kebutuhan mendesak ini, Perumda Tirtawening Kota Bandung menunjukkan komitmennya dengan mengirimkan dua unit tangki air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir. Upaya distribusi bantuan air bersih Braga ini menjadi krusial di tengah masa pemulihan pascabanjir.
Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, menjelaskan secara rinci mekanisme penyaluran bantuan tersebut. “Setiap hari itu 1-2 tangki (air bersih) kita kirim. Kenapa kita suplai, karena masyarakat di sini butuhnya air untuk masak,” terang Sonny, pada Jumat (19/1/2024), seperti yang dikutip dari pemberitaan. Ia menambahkan bahwa untuk kebutuhan sehari-hari lainnya seperti mandi dan mencuci, warga mendapatkan bantuan dari hotel sekitar dan pasokan air dari sumur artesis. Selain itu, aliran air ledeng dari Perumda Tirtawening juga masih menyala dari jam 2 hingga 5 pagi, membantu memenuhi sebagian kebutuhan.
Prioritas Pasokan Air Bersih untuk Kebutuhan Primer
Pagi ini, Perumda Tirtawening kembali menyuplai air bersih untuk warga terdampak banjir di Gang Apandi, Kelurahan Braga. Lokasi ini menjadi salah satu titik fokus karena tingkat kerusakan dan kebutuhan air yang tinggi. Sonny Salimi menekankan bahwa prioritas utama bantuan suplai air bersih ini adalah untuk menunjang keperluan primer warga, seperti minum dan memasak. “Jadi sekali lagi yang kita bantu ini hanya kebutuhan untuk minum dan makan. Untuk mandi cuci segala macam mereka sudah terpenuhi ledeng kita dan bantuan artesis,” pungkas Sonny, memperjelas fokus bantuan yang diberikan.
Kehilangan akses air bersih setelah banjir adalah masalah serius yang dapat memicu berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan sanitasi dan higiene. Oleh karena itu, pasokan air minum yang aman dan layak konsumsi menjadi prioritas utama dalam upaya penanganan bencana. Inisiatif Perumda Tirtawening ini secara langsung mengatasi salah satu kebutuhan paling mendasar bagi para korban.
Baca juga : Eks Kadinkes KBB Terseret Skandal Korupsi Rp6 Miliar
Respons Cepat Perumda Tirtawening Pascabanjir Braga
Sebagai informasi tambahan, Perumda Tirtawening menunjukkan respons cepat terhadap laporan dari masyarakat. Tepatnya pada tanggal 12 Januari 2024, sehari setelah kejadian banjir yang merendam Kampung Braga, redaksi sekitarbandungcom menerima laporan dan permintaan mendesak dari warga terdampak banjir akan kebutuhan suplai air bersih. Laporan tersebut kemudian langsung disampaikan kepada pihak Perumda Tirtawening, yang dengan sigap merespons dan langsung menindaklanjuti dengan penanganan darurat. Kecepatan tanggap ini patut diapresiasi karena sangat vital dalam situasi darurat bencana.
Banjir di Kampung Braga pada tanggal 11 Januari 2024 memang menjadi sorotan. Air yang meluap dari Sungai Cikapundung dan drainase yang tersumbat menyebabkan genangan tinggi merendam pemukiman warga, memaksa banyak keluarga mengungsi dan menghadapi kerusakan harta benda. Dalam kondisi seperti ini, infrastruktur air bersih seringkali terganggu, baik karena pipa rusak, sumur tercemar, atau instalasi pengolahan air tidak berfungsi optimal. Inilah mengapa peran aktif Perumda Tirtawening dalam mendistribusikan air bersih pasca banjir di Braga sangat vital.
Kolaborasi dan Harapan Pemulihan untuk Warga Braga
Upaya Perumda Tirtawening ini tidak lepas dari kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga sosial, dan komunitas setempat. Keberadaan bantuan dari hotel dan sumur artesis juga menjadi pelengkap penting dalam memenuhi beragam kebutuhan air warga. Sinergi seperti ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan keterlibatan multi-sektor.
Ketersediaan distribusi air bersih di Kampung Braga secara berkelanjutan akan sangat membantu warga dalam melewati masa-masa sulit pemulihan. Diharapkan, dengan terpenuhinya kebutuhan dasar ini, warga dapat lebih fokus pada upaya pembersihan rumah dan pemulihan aktivitas sehari-hari. Pemerintah Kota Bandung dan seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi hingga kondisi kembali normal.
Kisah bantuan air bersih untuk korban banjir Braga ini menjadi contoh nyata bagaimana respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak dapat meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah, memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih tetap terpenuhi di masa-masa sulit.
Baca juga : Diduga Dikeroyok Hingga Tewas! Polisi Bongkar Makam Korban

