Bedah Rumah Bandung 2026 Capai 1.458 Bantuan, Pemkot Dorong Percepatan Program

sekitarbandungcom – Pemerintah Kota Bandung mempercepat pelaksanaan Program Bedah Rumah Bandung 2026 setelah alokasi bantuan meningkat lebih dari tiga belas kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

nathanael gihon

[addtoany]

sekitarbandungcom – Pemerintah Kota Bandung mempercepat pelaksanaan Program Bedah Rumah Bandung 2026 setelah alokasi bantuan meningkat lebih dari tiga belas kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas hunian masyarakat sekaligus memastikan bantuan pemerintah diterima warga yang membutuhkan.

Bedah Rumah Bandung 2026 Naik Menjadi 1.458 Unit

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat alokasi Program Bedah Rumah di Kota Bandung meningkat dari 110 unit pada 2025 menjadi 1.458 unit pada 2026.

Hingga peninjauan pada 6 Oktober 2026, sebanyak 717 unit telah selesai dikerjakan, sedangkan 741 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak.

Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan bantuan di Kelurahan Babakan Ciamis, Kota Bandung, untuk memastikan program berjalan dan bantuan diberikan kepada penerima yang sesuai.

Kementerian PKP juga mendorong penyederhanaan persyaratan agar masyarakat lebih mudah mengakses bantuan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperlancar proses pelaksanaan sekaligus memperkuat manfaat program bagi keluarga yang membutuhkan perbaikan rumah.

Di tingkat Jawa Barat, alokasi Program Bedah Rumah juga mengalami peningkatan. Kementerian PKP mencatat bantuan naik dari 6.367 unit pada 2025 menjadi 49.229 unit pada 2026. Bandung menjadi salah satu daerah dengan peningkatan alokasi yang signifikan.

Baca juga: 88 Seoul Bandung Tutup 2 Hari, Dinkes Temukan Masalah Higiene dan Sanitasi

Pemkot Bandung Dorong Percepatan Program Bedah Rumah

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan Pemerintah Kota Bandung siap mengawal perbaikan 1.458 unit rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS hingga akhir 2026.

Pengawalan mencakup aspek regulasi, pengadaan, koordinasi, serta pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Pemkot Bandung juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kementerian PKP agar setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketepatan sasaran sekaligus memastikan proses administrasi dan pembangunan dapat berlangsung secara tertib.

Baca juga: Pameran Milestone Bandung #3 Ungkap Jejak Taman Kota dari Masa Kolonial hingga Kini

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PKP turut mendorong efisiensi pengadaan bahan bangunan. Pada salah satu lokasi yang ditinjau, mekanisme Pemilihan Terbuka Toko atau Tender Rakyat digunakan untuk memilih penyedia material.

Efisiensi pengadaan tersebut diarahkan agar manfaat anggaran dapat kembali dirasakan penerima bantuan.

Program Bedah Rumah Bandung juga memiliki dukungan regulasi dari pemerintah daerah. JDIH Kota Bandung mencatat Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 648/Kep.762-DPKP/2026 tentang Tim Teknis Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni yang bersumber dari APBD Kota Bandung Tahun Anggaran 2026. Keputusan itu ditetapkan pada 22 April 2026 dan berstatus berlaku.

Bedah Rumah Bandung dan Tantangan Hunian Layak

Program tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas meningkatkan kualitas hunian. BPS mencatat persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap rumah layak huni secara nasional mencapai 70,30 persen pada 2026, meningkat dari 68,40 persen pada 2025.

BPS juga mencatat BSPS atau Program Bedah Rumah sebagai salah satu intervensi pemerintah untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah meningkatkan kualitas atau membangun rumah swadaya. Pada semester I 2026, capaian BSPS secara nasional mencapai 88.635 unit.

Dengan alokasi 1.458 unit di Kota Bandung, percepatan pelaksanaan menjadi perhatian hingga akhir tahun.

Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi penerima.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaksana di lapangan menjadi bagian penting dalam menyelesaikan seluruh bantuan.

Pemkot Bandung menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian PKP agar target perbaikan rumah dapat dikawal sampai selesai.

Percepatan Program Bedah Rumah Bandung 2026 diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

Dengan pengawasan dan pelaksanaan yang sesuai aturan, bantuan tersebut dapat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses terhadap hunian yang lebih layak bagi masyarakat Kota Bandung.

Ke depan, penyelesaian 741 unit yang masih dikerjakan menjadi bagian penting dari target program. Pemerintah diharapkan menjaga transparansi pengadaan, kualitas pekerjaan, dan ketepatan penerima agar hasil bantuan dapat bertahan dan bermanfaat dalam jangka panjang.

Sumber: www.tarungnews.com

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar