sekitarBANDUNGcom — Suasana mencekam menyelimuti kawasan Ciwastra RW 16, Kota Bandung, pada Rabu pagi (11/9/2024) setelah ditemukan jasad seorang wanita muda berinisial SO (20 tahun) dalam kondisi sangat mengenaskan. Peristiwa ini sontak membuat geger warga sekitar, karena korban diduga tewas akibat dibunuh oleh suaminya sendiri.
Kronologi Kejadian: Keributan Berujung Tragedi
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, sebelum kejadian naas tersebut, terdengar suara keributan cukup keras dari dalam rumah kontrakan korban. Suara pertengkaran antara SO dan suaminya membuat warga mulai resah dan waspada. Beberapa saksi bahkan mendengar suara tangisan dan teriakan minta tolong dari korban.
Namun saat warga mencoba mendekati rumah kontrakan tersebut, pintu dalam keadaan terkunci rapat dari dalam. Warga pun tak berani memaksa masuk dan memutuskan untuk segera menghubungi keluarga korban, termasuk ibu korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
“Saya dengar suara teriak-teriak dan cekcok, tapi pintunya dikunci. Saya takut terjadi sesuatu, jadi langsung hubungi ibunya,” ujar salah satu saksi mata yang namanya enggan disebutkan.
Setibanya di lokasi, ibu korban bersama warga mencoba masuk ke dalam rumah. Sayangnya, mereka menemukan SO sudah tidak bernyawa, bersimbah darah, dan terdapat sejumlah luka tusuk di bagian tubuhnya. Pemandangan tersebut langsung membuat ibu korban histeris dan jatuh pingsan di tempat.
Polisi Bertindak Cepat, Pelaku Masih Dalam Pengejaran
Pihak kepolisian dari Polsek Buahbatu Kota Bandung segera turun ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Dalam pernyataannya kepada media, Kapolsek Buahbatu, Kompol Rizal Jatnika melalui Kanit Reskrim Iptu Purnomo, membenarkan adanya dugaan tindak pidana pembunuhan.
“Benar, kami menerima laporan adanya kasus dugaan pembunuhan seorang wanita muda di wilayah Ciwastra. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut dan melakukan upaya pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujar Iptu Purnomo kepada awak media (dikutip dari KoranGala).
Jasad korban telah dievakuasi ke RS Sartika Asih untuk dilakukan autopsi sebagai bagian dari penyelidikan lanjutan. Hasil visum sementara menunjukkan korban mengalami sejumlah luka tusuk yang diduga menjadi penyebab utama kematian.
Baca Juga : Bocah 13 Tahun Ini Pilih Berdamai dengan Pelaku Bullying
Reaksi Warga dan Keluarga Korban
Warga sekitar menyatakan bahwa pasangan tersebut dikenal sebagai pribadi yang cukup tertutup. Meski sering terdengar pertengkaran dari dalam kontrakan, tidak ada yang menyangka pertikaian mereka akan berujung pada tragedi memilukan seperti ini.
“Saya sering dengar mereka bertengkar, tapi pikir saya itu biasa saja. Nggak nyangka bakal sekejam ini,” ujar salah satu tetangga yang terlihat masih syok.
Keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian ini, terutama sang ibu yang masih dalam kondisi trauma berat. Pihak keluarga berharap agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya.
Salah satu kerabat korban, yang tak ingin disebutkan namanya, menyebut bahwa korban sempat menyampaikan keluh kesah tentang hubungannya kepada orang terdekat, namun tak ada yang menyangka akan berakhir tragis.
Keamanan Lingkungan Jadi Sorotan
Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius terkait keamanan lingkungan dan pentingnya tindakan cepat dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Banyak warga mulai mendiskusikan pentingnya sistem deteksi dini dan dukungan komunitas bagi korban KDRT.
“Kalau saja ada sistem yang bisa cepat tanggap, mungkin kejadian seperti ini bisa dicegah. Kita harus mulai peduli terhadap kondisi tetangga,” ujar Ketua RW 16, yang juga ikut mendampingi keluarga korban.
Pemerhati sosial juga turut angkat bicara. Menurut Lilis Kusnandar, seorang aktivis perlindungan perempuan, kasus ini harus menjadi pemantik perbaikan sistem pelaporan dan perlindungan korban KDRT di tingkat RT/RW.
“Banyak korban takut bicara karena tekanan sosial atau rasa malu. Kita perlu menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi mereka agar berani melapor,” ungkap Lilis.
Kasus dugaan pembunuhan ini masih terus dalam penyelidikan dan pengejaran pelaku sedang berlangsung. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melapor jika mengetahui keberadaan terduga pelaku.
“Siapa pun yang mengetahui keberadaan pelaku, mohon untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan segera menghubungi pihak kepolisian terdekat,” tutup Iptu Purnomo.
Tragedi ini menjadi peringatan penting akan pentingnya komunikasi terbuka dalam rumah tangga serta kewaspadaan lingkungan terhadap potensi kekerasan. Semua pihak kini berharap agar pelaku segera ditangkap dan keadilan bisa ditegakkan bagi korban dan keluarganya.
Baca Juga : Bongkar Skandal Rp 86 M, Eks Dirut MUJ Digeledah

