Diduga Curangi Sistem, 10 Nama Siswa Baru SMAN 3 Bandung Resmi Dibatalkan

sekitarbandung.com – Sebanyak 10 kandidat peserta didik baru dari SMA Negeri 3 Bandung telah didiskualifikasi atau dibatalkan dalam proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMP)

Acsyara Aulia

Diduga Curangi Sistem, 10 Nama Siswa Baru SMAN 3 Bandung Resmi Dibatalkan

sekitarbandung.com – Sebanyak 10 kandidat peserta didik baru dari SMA Negeri 3 Bandung telah didiskualifikasi atau dibatalkan dalam proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMP) tahap I tahun 2025. Mereka yang merupakan pelamar tersebut diyakini melakukan kecurangan melalui persyaratan tempat tinggal.

Dalam tahap I dari proses SPMB kali ini, terdapat tiga pilihan jalan masuk bagi para kandidat siswa, yakni jalur tempat tinggal, afirmasi, dan perpindahan.

Kepala Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru di SMA Negeri 3 Bandung, Zaenal Asikin, menyebutkan bahwa sebanyak 126 peserta didik yang lulus pada fase pertama seleksi tersebut terdiri atas calon siswa yang anulir. Semua mereka termasuk dalam kelompok pendaftar berdasarkan area tempat tinggal atau jalur domisili.

Baca juga : 75% Sekolah Rusak di KBB, Bupati Jeje Janji Bereskan Hanya 47 Ruangan Tahun Ini

Namun demikian, sekolah tersebut menerima keluhan selama periode sanggah SPMB tingkat pertama yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 17 Juni 2025. Akibatnya, lembaga pendidikan itu segera mencabut kelayakan siswonya.

“Kami mengikuti upaya penyelesaian keluhan itu dengan melakukan pemeriksaan kembali terhadap data serta berkas-berkas syaratnya, lalu kami menemukan beberapa ketidaksesuaian, yang membuat kami putuskan untuk mencoret 10 individu tersebut,” jelas Zaenal pada hari Selasa (24/6/2025).

Namun demikian, Zaenal enggan memberikan detail lebih lanjut tentang keanehan yang diajumpai selama proses pengecekan data untuk 10 kandidat siswa baru tersebut yang kemudian didiskualifikasi. Ia hanya mengatakan bahwa hasil pemeriksaaan mereka tak memenuhi syarat program PMB melalui rute tempat tinggal.

Walaupun telah dibatalkan, 10 peserta calon siswa baru yang dinyatakan gugur tetap diizinkan untuk mengajukan pendaftaran ulang ke SMAN 3 Bandung dalam tahap kedua dari SNMPTN yang menawarkan program berbasis prestasi baik akademis maupun non-akademis.

Efek dari pemberhentian beberapa siswa tersebut mengakibatkan pengurangan kuota jalur domisili dari sebanyak 126 orang menjadi 116 orang.

Mereka diizinkan untuk mendaftar ulang dalam jalur penerimaan mahasiswa baru tahap kedua walaupun sudah didiskualifikasi pada tahap pertama, asalkan mereka mematuhi peraturannya, kata Zaenal.

Sudah diketahui bahwa pendaftaran SPMB tahap kedua akan diadakan dari tanggal 24 Juni hingga 1 Juli 2025. SMAN 3 Bandung menawarkan jumlah total 108 kursi bagi calon siswa baru yang berprestasi secara akademis atau non-akademis. Meskipun demikian, sampai sekarang pihak sekolah belum meluncurkan proses pendaftarannya.

“Dari kuota itu, 70 orang dialokasikan ke jalan prestasi dengan nilai raport, 22 orang untuk prestasi akademik, 13 orang untuk prestasi non-akademik, serta tiga orang untuk kepemimpinan,” terangnya.

Saat ini, Disdik Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa mereka sudah mencabut status sejumlah murid di sekolah tujuannya akibat ditemukannya tindakan kecurangan pada pelaksanaan SPMB tahap pertama yang dilangsungkan antara tanggal 10 hingga 16 Juni 2025.

“Banyak yang bertempat tinggal. Ada di Bandung dan juga terdapat pelanggaran, lalu di Garut pun demikian. Namun, beberapa telah kami batalkan sebelum pengumuman kemarin,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto saat berada di Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (23/6).

Namun demikian, Purwanto belum dapat memberikan detail lebih lanjut tentang jumlah keseluruhan yang dibatalkan serta asal-usul mereka dari daerah mana saja.

Hanya untuk mengkonfirmasi, para kandidat pelajar baru yang melakukan kecurangan sudah dihapus dari proses pendaftaran.

“Dicancel. Sebelum pengumuman tersebut sudah dicancel. Yang dijumpai itu umumnya terdapat titik koordinat yang kurang akurat. Saat ini kami tengah menghitung ulang nilainya sekitar berapa. Sementara mencari data lebih lanjut dari basis bantuan yang lagi melacak hal tersebut,” jelasku.

Baca juga : Cegah Kecurangan SPMB Bandung 2025: Pemkot Gandeng TNI-Polri Awasi Sekolah Favorit

Pada tahap pertama SPMB, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah merilis bahwa di antara 373.311 peserta pendaftar, cuma 210.912 pelajar yang lolos masuk ke tingkat pendidikan SMA, SMK, serta SLB. Sebagian besar calon peserta lebih condong pada pemilihan sekolah negeri dengan jumlah mencapai 370.115 orang.

Selama penerimaan peserta didik baru, jumlah pendaftar untuk sekolah swasta terdaftar sebanyak 3.196 orang, dengan total penerimaan mencapai 210.912 siswa. Dari angka tersebut, 204.676 siswa lolos masuk ke sekolah negeri, sementara 6.236 lainnya berhasil diterima di sekolah swasta. Untuk proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahap kedua direncanakan berlangsung dari tanggal 24 Juni sampai 1 Juli tahun 2025.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

 

Related Post

Tinggalkan komentar