75% Sekolah Rusak di KBB, Bupati Jeje Janji Bereskan Hanya 47 Ruangan Tahun Ini

sekitarbandung.com – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah menangani tiga masalah penting di Kabupaten Bandung Barat yang meliputi kondisi gedung sekolah

Acsyara Aulia

75% Sekolah Rusak di KBB, Bupati Jeje Janji Bereskan Hanya 47 Ruangan Tahun Ini

sekitarbandung.com – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah menangani tiga masalah penting di Kabupaten Bandung Barat yang meliputi kondisi gedung sekolah yang rusak, fasilitas jalan umum, serta pengelolaan lingkungan. Penekanan ini dinyatakannya saat merayakan HUT ke-18 KBB pada acara bertempat di lapangan Kantor Bupati Bandung Barat, Ngamprah, pada hari Kamis tanggal 19 Juni 2025.

“Di sisanya enam bulan (dari tahun ini), saya akan mempercepat langkah pada ketiga sektor tersebut,” ungkap Jeje dalam pidatonya.

Pemerintah Kabupaten, selanjutnya, sudah merehabilitasi 19 jalanan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah asli serta revisinya. Menurut dia, pembetulan ini tidak hanya mencakup pengaspalan saja, tetapi juga melibatkan penataan sistem drainase atau saluran air.

Sama halnya dengan keadaan gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Dia tidak membantah bahwa masih ada banyak sarana pendidikan di daerahnya yang memerlukan perbaikan. “Pada tahun ini, kita bertujuan untuk merehabilitasi 47 ruangan kelas yang mencakup 21 ruang kelas SD serta 26 ruang kelas SMP sehingga para siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih baik dan bermutu,” jelasnya.

Bidang terakhirq yang mendapat sorotan ialah mengenai masalah lingkungan. Contohnya dalam hal pengelolaan sampah, akan ditangani lewat program kolaborasi antara pemerintah dan penduduk setempat. Dia menjelaskan, ” Kami telah merilis program bernama Bewara, yaitu Bebersih Walungan Sasarengan yang bertujuan untuk mendorong partisipasi bersama masyarakat guna membersihkan sungai serta area sekitarnya dari limbah.”

Inovasi dalam penanganan sampah pun terus dijalankan. Di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Sarimukti, mereka sudah memulai implementasi sistem sanitary landfill. “Selalu meningkatkan jumlah kendaraan dan staf guna manajemen yang semakin profesional,” jelasnya.

Realitas pahit

Pada saat yang sama, fokus tentang ketidakmampuan untuk memenuhi hak-hak dasar warga berusia 18 tahun di KBB ditunjukkan oleh Darda Abdullah Sjam, pengamat bidang pendidikan dan sosial serta dosen pada sebuah universitas swasta di Bandung. Dia mengkritik masalah-masalah seperti kurangnya fasilitas pendidikan, kerusakan jalan raya, dan layanan kesehatan. Menurut dia, data menunjukkan bahwa 75,2% ruangan kelas sekolah dasar sampai SMP ada dalam keadaan rusak. Demikian ungkap seorang ahli berasal dari wilayah KBB tersebut.

Baca juga : Program Barak Militer: 5 Fakta Klarifikasi Bupati Bandung

Darda menggarisbawahi bahwa kerusakan gedung-gedung sekolah di KBB merupakan simbol dari ketidakmampuan dalam pengaturan pembangunan. Dia menyebutkan, “Di antara 2.875 kelas yang hancur, tercatat ada 1.079 ruangan dengan tingkat kerusakan parah; ini adalah situasi yang sangat mencemaskan bagi keselamatan para murid serta merendahkan nilai esensial pendidikan.”

Sebenarnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KBB tetap tertahan pada angka 70,77 (termasuk dalam kategori menengah), yang masih berada dibawah rata-rata nasional. Hal ini semakin mengkhawatirkan karena respon dari pemerintah cenderung sementara dan hanya memiliki tujuan untuk meningkatkan sebanyak 47 ruangan kelas saja.

Untuk informasi lebih lengkap seputar pemerintahan dan pendidikan di Bandung Raya, terus ikuti berita terbaru hanya di sekitarbandung.com

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar