sekitarbandung.com – Tragedi yang menimpa Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang tewas setelah terjatuh di jurang Gunung Rinjani, masih menyisakan duka mendalam. Ali Musthofa, pemandu lokal yang mendampingi Juliana, akhirnya angkat bicara dan mengungkapkan kisah terakhir yang menyayat hati.
Dalam wawancara eksklusif bersama kanal YouTube Denny Sumargo, Ali membeberkan fakta-fakta haru, firasat, serta curhatan terakhir Juliana sebelum insiden nahas itu terjadi.
Baca Juga: Mantan Anggota Ormas Rusak Rumah Warga di Cimenyan Gegara Uang, Polisi Tangkap
Ali Musthofa, pemandu pendakian berusia 20 tahun, mengungkap bahwa Juliana Marins adalah satu-satunya tamu yang paling dekat dengannya selama perjalanan.
“Saya paling sering ngobrol sama Juliana. Dia suka musik, bahkan sempat berjoget saat saya setel lagu di perjalanan,” ujar Ali.
Juliana diketahui baru pertama kali mendaki gunung. Ia datang seorang diri ke Rinjani hanya untuk menikmati pemandangan. “Dia ingin melihat view, itu alasannya naik Rinjani,” tambah Ali.
Juliana Marins dan Ali Musthofa: Curhat Sebelum Kematian
Sebelum insiden tragis, Juliana sempat mengeluhkan kelelahan luar biasa. Ia bahkan sempat rebahan karena kelelahan. Melihat kondisi itu, Ali menyarankan agar Juliana tidak melanjutkan pendakian ke puncak.
“Dia ngos-ngosan dan sempat saya tanya mau lanjut atau tidak, tapi dia tetap ingin naik,” kata Ali.
Firasat Guide yang Terbukti Benar: Peringatan yang Terlambat?
Ali mengaku merasakan firasat tidak enak sejak awal. Juliana adalah peserta paling lambat di antara enam turis yang ia dampingi. Karena itu, Ali memutuskan untuk selalu berada di belakang, menemani Juliana.
“Lima orang saya titipkan ke warga lokal, supaya saya bisa fokus dampingi Juliana,” jelasnya.
Pendakian Pertama Juliana Marins: Mimpi Indah Berujung Duka
Juliana tak memiliki pengalaman mendaki sebelumnya. Rinjani adalah gunung pertama yang ia daki. Sayangnya, keindahan alam yang ia cari justru menjadi lokasi peristirahatan terakhirnya.
Pada Sabtu, 21 Juni 2025, Juliana dilaporkan terjatuh ke jurang sedalam 600 meter. Empat hari kemudian, jasadnya ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia.
Evakuasi Terberat: Juliana Marins Ditemukan Setelah 4 Hari
Menurut relawan evakuasi, proses pencarian Juliana adalah salah satu yang tersulit selama sembilan tahun mereka bertugas. Lokasi jurang yang curam dan kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.
Pihak Basarnas menyampaikan duka mendalam dan apresiasi terhadap tim SAR dan relawan yang terlibat. Baca pernyataan resmi Basarnas di sini.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

