Sekitarbandung.com – Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini mampu meniru suara manusia dengan sangat mirip hanya dari sebuah rekaman singkat. Inilah mengapa jangan biarkan suaramu disalahgunakan untuk menipu orang terdekat.
Bagaimana Modus Bekerja?
- Panggilan Sunyi: Pelaku menelepon, korban menjawab “Halo”, lalu hening dan telepon terputus. Momen singkat ini direkam oleh pelaku.
- Analisis AI: AI menganalisis karakteristik unik suara (nada, intonasi, aksen) dari sampel rekaman tersebut.
- Duplikasi Suara: Pelaku mengetik teks narasi kejahatan, dan AI mengubahnya menjadi suara yang terdengar persis seperti suara korban.
Risiko Penyalahgunaan
- Penipuan Keuangan: Suara tiruan digunakan untuk menelepon keluarga korban dan meminta transfer uang mendesak.
- Pencemaran Nama Baik: Membuat rekaman palsu berisi pernyataan jahat atau fitnah seolah-olah diucapkan oleh korban.
- Krisis Kepercayaan: Merusak hubungan sosial karena orang lain tidak lagi percaya apakah yang menelepon adalah benar wargi atau hanya suara buatan AI.
Baca Juga: Sering Ribut di Internet? Bisa Jadi Ini Dia Penyebabnya!
Langkah Perlindungan
- Terapkan Verifikasi “Kata Sandi”
- Gunakan mekanisme verifikasi, misalnya dengan menyepakati kode sandi atau “kata kunci rahasia” khusus keluarga atau internal untuk memastikan identitas penelepon.
Batasi Publikasi Suara
- Kurangi memposting rekaman suara atau pesan suara (voice note) secara publik di media sosial atau platform lain agar tidak mudah diambil sampelnya oleh pelaku.
Edukasi dan Kesadaran
- Tingkatkan kesadaran publik dan internal organisasi tentang cara kerja penipuan kloning suara dan tanda-tanda peringatan, misalnya permintaan mendesak yang tidak biasa atau kualitas audio yang aneh.
Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Senin (26/1/2026), mengajak masyarakat untuk selalu waspada terhadap panggilan suara misterius dan melindungi suara kita.
“Selalu waspada terhadap panggilan suara misterius dan lindungi suara kita, wargi, serta sebarkan kesadaran untuk aware terhadap masalah tersebut melalui #Sebarkami hari ini!” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Seberapa Berbahaya Optimism Bias? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

