Sekitarbandung.com – Merasa akun aman-aman saja sering bikin kita lengah. Padahal di dunia digital, ancaman bisa datang kapan saja dan ke siapa saja. Optimism bias membuat kita meremehkan risiko keamanan data.
Optimism bias merupakan kecenderungan seseorang untuk merasa bahwa hal-hal buruk kecil kemungkinannya terjadi pada dirinya, sementara hal-hal baik justru lebih mungkin dialami oleh dirinya dibanding orang lain.
Dalam konteks online scam, orang yang merasa “terlalu pintar untuk tertipu” justru sering menjadi target empuk. Beberapa kalimat yang kerap muncul yaitu sebagai berikut:
“Ah, data bocor mah kejadian orang lain, akun aku aman.”
“Gak mungkin aku kena penipuan, kan aku paham banget!”
Padahal pada kenyataannya …
Baca Juga: Punya Keluhan tapi Bingung Lapor ke Mana? Gunakan “Lapor Yuk” dari Pemprov Jawa Barat Aja!
- Risiko tetap selalu ada, seperti akun dibajak bahkan data hilang.
- Risiko tersebut bisa terjadi ke siapa saja, termasuk kita.
- Manipulasi modern kini jauh lebih halus, mulai dari phishing dengan domain mirip hingga deepfake yang tampak sangat realistis.
Namun, optimisme bukanlah hal yang buruk. Sikap optimis justru dapat membuat kita lebih semangat, asalkan tetap dibarengi dengan kesadaran dan antisipasi. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, di antaranya:
- Gunakan password kuat dan unik.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA).
- Periksa kembali tautan dan pengirim pesan.
- Perbarui sistem secara rutin.
Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Rabu (21/1/2026) mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan kecil hari ini demi perlindungan yang lebih besar.
“Yuk, ubah kebiasaan kecil hari ini untuk perlindungan yang lebih besar! Save, share, dan cek lagi keamanan akun Wargi sekarang!” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Bukan Diretas Tapi Dimanipulasi, Waspada Modus Social Engineering

