Sekitarbandung.com – Pada kenyataannya, pacaran di zaman sekarang bukan hanya tentang rasa sayang, tetapi juga sering dikaitkan dengan seberapa tebal dompet agar terlihat romantis.
Beberapa contoh kebiasaan pacaran yang membuat seseorang semakin miskin antara lain fancy dinner, membeli bunga setiap hari, dan membeli kado setiap bulan yang pada akhirnya membuat keuangan boncos.
Bahkan hal yang membuatnya semakin ironis, laki-laki kerap dituntut menjadi ATM dan sering membayari pasangan. Jika tidak melakukan hal tersebut, maka akan dianggap sebagai “mokondo”.
Selain itu, demi tidak dianggap mokondo, banyak cowok yang rela mengambil langkah keliru seperti meminjam uang ke teman, menggunakan paylater, dan berbohong kepada orang tua demi mendapatkan uang.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Banyak Orang Miskin yang Rela Utang demi Hajatan
Pacaran tidak salah, yang salah adalah jika sampai mengorbankan tabungan, masa depan, dan kewarasan finansial. Itu bukan cinta, melainkan penyiksaan ekonomi.
Intinya, jika kondisi ekonomi masih belum stabil, maka jangan terburu-buru pacaran. Lebih baik perbanyak belajar dan mencari peluang agar kehidupan bisa naik level menjadi lebih baik serta finansial stabil tanpa utang.
Hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar saling mendukung, bukan saling membebani. Rasa sayang tidak selalu harus dibuktikan dengan pengeluaran besar atau gaya hidup yang dipaksakan.
Ketika seseorang mampu mengelola keuangan dengan baik, masa depan pun akan terasa lebih aman. Setelah pondasi diri kuat, menjalin hubungan akan jauh lebih tenang dan dewasa.
Baca Juga: Kidal Bukan Kelainan, tetapi Evolusi Seseorang yang Banyak Akal

