Sekitarbandung.com – Bagi mayoritas orang, mengambil barang menggunakan tangan kiri dianggap tidak sopan. Namun, bagi orang kidal justru memiliki perspektif yang berbeda.
Bisa jadi hal ini terjadi karena dunia yang kurang beradaptasi dengan orang kidal. Lihat saja, mulai dari gunting hingga kursi kuliah, hampir semuanya tidak dirancang untuk mereka.
Faktanya, otak bekerja secara menyilang, di mana otak kiri mengatur tubuh bagian kanan dan sebaliknya. Pada orang kidal, otak kanan mereka cenderung lebih dominan sejak masih berada di dalam kandungan.
Lantas, apakah seseorang terlahir kidal karena faktor keturunan? Secara genetik, pengaruh dari orang tua hanya sekitar 25 persen.
Buktinya, banyak anak kembar identik yang salah satunya kidal, sementara yang lain tidak. Artinya, ada faktor lain yang membuat kondisi orang kidal menjadi berbeda.
Baca Juga: 67 Persen Orang Gagal Wujudkan Cita-cita Masa Kecilnya, Berikut Alasannya!
Hormon di dalam rahim diduga menjadi “arsitek” di balik keunggulan orang kidal. Saat janin berkembang, paparan hormon testosteron yang tinggi turut memengaruhi pembentukan otak.
Hormon tersebut mendorong dominasi otak kanan menjadi lebih kuat. Hasilnya, sisi kiri tubuh menjadi lebih aktif dan lincah, yang menjadi ciri khas orang kidal.
Secara evolusi, orang kidal justru memiliki keunggulan tersendiri. Dalam sejarah, mereka sering unggul dalam duel karena gerakannya sulit diprediksi.
Contohnya yaitu Lionel Messi yang memiliki tendangan kaki kiri sulit ditebak. Ia mampu menciptakan sudut-sudut unik yang tidak biasa dihadapi oleh pemain dengan dominasi kaki kanan.
Jadi, memaksa orang kidal menggunakan tangan kanan dengan alasan sopan santun adalah pandangan yang kurang tepat, karena setiap individu memiliki keunikan yang tidak bisa diseragamkan begitu saja.
Baca Juga: Sailing Stones, Batu Segede Gaban yang Bisa Pindah Tempat Sendiri

