Anak Muda Bandung Pimpin Perubahan Pangan Lewat Gerakan Urban Future

sekitarbandung.com – Anak muda Bandung semakin menunjukkan perannya sebagai agen perubahan. Melalui gerakan Urban Future, generasi muda didorong untuk membangun ekosistem pangan kota yang lebih

Aracely Azwa

Anak Muda Bandung Pimpin Perubahan Pangan Lewat Gerakan Urban Future

sekitarbandung.com – Anak muda Bandung semakin menunjukkan perannya sebagai agen perubahan. Melalui gerakan Urban Future, generasi muda didorong untuk membangun ekosistem pangan kota yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan adil bagi semua.

Gerakan ini tak sekadar kampanye. Anak muda diajak terjun langsung membangun usaha, mengembangkan inovasi, hingga memperkuat jejaring bisnis. Semua itu dibungkus dalam program Buruan Sae Utama, yang baru saja memperkenalkan identitas barunya di Pendopo Kota Bandung, Senin (25/8/2025).

“Anak-anak muda Bandung punya energi besar. Mereka tidak hanya menjadi penggerak kampanye, tapi juga pelaku usaha nyata. Inilah semangat Urban Future: pangan inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masa depan,” ujar Tunggal Pawestri, Direktur Eksekutif Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial.

Baca Juga: Hunian Layak Bandung: 1.080 Warga Resmi Terima Rumah dari bank bjb

Dari Logo Baru ke Semangat Baru

Peluncuran logo Buruan Sae Utama tidak hanya simbolik. Acara ini disatukan dengan Food Youth Preneur Day (FYP Day), forum kreatif yang mempertemukan wirausahawan muda di sektor pangan.

Di sini, ide-ide segar lahir: mulai dari inovasi kuliner sehat, teknologi urban farming, hingga peluang jejaring lintas sektor. Bandung menjadi wadah pertemuan antara kreativitas anak muda dan kebutuhan pangan kota.

Urban Future di Bandung: Hasil Nyata

Sejak hadir pada 2023, Urban Future berhasil menjaring hampir 400 anak muda Bandung untuk ikut serta. Dari jumlah itu, 214 orang mengikuti pelatihan bisnis pangan, dan 70 di antaranya berhasil menamatkan program intensif nurture.

Hasilnya tidak main-main: mereka menghasilkan usaha kolektif senilai Rp6,7 miliar hanya dalam dua tahun. Angka ini membuktikan bahwa kontribusi anak muda bukan sekadar retorika, melainkan investasi nyata bagi masa depan ekonomi lokal.

Konsep ini sejalan dengan inisiatif global tentang ketahanan pangan perkotaan. Bagi yang ingin tahu lebih dalam, bisa membaca panduan resmi di FAO.

Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Menurut Tunggal, keberhasilan anak muda dalam program ini tidak lepas dari kolaborasi banyak pihak. Yayasan Humanis menggandeng ITB, WRI Indonesia, dan jaringan wirausaha pangan lokal untuk memperkuat akses bisnis dan teknologi.

“Kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, hingga mitra lokal adalah kunci. Bandung punya kesempatan menjadi kota teladan dalam kemandirian pangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung sendiri telah menyiapkan payung hukum melalui Perda Nomor 3 tentang Ketahanan Pangan. Aturan ini mendorong terbentuknya forum multipihak yang melibatkan anak muda, akademisi, komunitas, dan sektor swasta.

Dukungan Pemerintah Kota

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, anak muda adalah modal utama kota untuk menjawab tantangan pangan di tengah keterbatasan lahan dan pesatnya urbanisasi.

“Kota ini perlu inovasi. Peran anak-anak muda harus diberi ruang. Pemerintah akan siapkan forum bersama agar ide mereka bisa diwujudkan,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan mempercepat lahirnya solusi bersama untuk pangan yang adil, sehat, dan mudah diakses masyarakat.

Menatap 2027: Bandung Mandiri Pangan

Urban Future menargetkan hingga 2027 Bandung memiliki sistem pangan perkotaan yang kokoh. Artinya, anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, inovator, sekaligus pengusaha di bidang pangan.

“Dengan semangat lintas sektor, kami yakin generasi muda Bandung akan menjadi motor perubahan yang melahirkan usaha berkelanjutan,” kata Tunggal menutup.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar