Sekitarbandung.com – Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren pernikahan di Indonesia sempat terus menurun drastis hingga tahun 2024, sebelum akhirnya berbalik naik lagi pada tahun 2025.
Pada tahun 2025, jumlah pernikahan tercatat mencapai 1.479.533 pasangan, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meski terjadi kenaikan, angka tersebut masih berada di bawah level pernikahan satu dekade lalu. Pasalnya pada tahun 2015 tercatat 1.958.394 pernikahan.
Kondisi ini pun menandakan bahwa hampir 71,04 persen atau tiga perempat pemuda di Indonesia dengan rentang usia 16-30 tahun tercatat belum menikah alias masih lajang.
Baca Juga: Tren Penurunan Pernikahan 2014–2024, Generasi Muda Bukan Tak Ingin Menikah tapi Perlu Yakin Siap
Artinya, hanya sekitar 1 dari 4 pemuda tersebut yang telah berstatus menikah atau membangun rumah tangga. Alasan dari terus menurunnya angka pernikahan bisa jadi sangat kompleks dan beragam.
Antara tren global, tekanan hidup, perubahan cara pandang terhadap pernikahan, arus sosial budaya yang semakin berubah, dampak teknologi, atau mungkin selalu gagal soal urusan asmara.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pernikahan bukan lagi satu-satunya tolok ukur pencapaian hidup bagi sebagian besar pemuda di Indonesia saat ini.
Di tengah perubahan zaman, pilihan untuk menikah atau menunda pernikahan menjadi keputusan personal yang semakin dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kesiapan mental, dan arah hidup masing-masing.
Baca Juga: Unik dan Bermakna, Gen Z Ini Pilih Bibit Pohon Jadi Souvenir Saat Hari Pernikahan

