Apa Itu Cancel Culture? Kritik atau Penghakiman?

Sekitarbandung.com – Cambridge Dictionary mendefinisikan cancel culture sebagai cara berperilaku yang terjadi di masyarakat atau kelompok, terutama di ranah media sosial. Tindakan tersebut melibatkan orang-orang

Dicky Wicaksono

Apa Itu Cancel Culture? Kritik atau Penghakiman?
Apa Itu Cancel Culture? Kritik atau Penghakiman? (Instagram/@diskominfojabar)

Sekitarbandung.com – Cambridge Dictionary mendefinisikan cancel culture sebagai cara berperilaku yang terjadi di masyarakat atau kelompok, terutama di ranah media sosial.

Tindakan tersebut melibatkan orang-orang yang menolak atau berhenti mendukung seseorang karena suatu alasan tertentu.

Mengapa Bisa Viral?

1. Emosi Publik

  • Cancel culture hampir selalu dipicu oleh emosi kuat seperti marah, kecewa, merasa dikhianati, atau keinginan untuk menegakkan “keadilan”.

2. Algoritma

  • Konten cancel culture biasanya sarat konflik dan drama, sehingga algoritma media sosial mendorongnya menjangkau lebih banyak orang.

Baca Juga: Asam Lambung Menyiksa Saat Berbuka Puasa? Simak Tips dan Trik Berikut Ini!

3. Ikut-ikutan

  • Banyak orang turut mengecam bukan karena memahami persoalannya, tetapi karena takut dianggap membela pihak yang disalahkan, ingin terlihat bermoral, atau sekadar mengikuti arus agar tetap relevan.

4. Minim Cek Fakta

  • Dalam cancel culture, narasi yang muncul pertama kali sering kali langsung dianggap sebagai kebenaran, meskipun belum tentu akurat.

Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Sabtu (28/2/2026), menegaskan bahwa kritik memang diperlukan, tetapi empati dan fakta harus tetap menjadi prioritas utama.

“Jadi Wargi, kritik itu memang diperlukan. Tetapi empati dan fakta juga jauh lebih penting lho!” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Puasa Aman untuk Ibu Hamil? Bisa Asal Tahu Syarat dan Ketentuannya Kok!

Related Post

Tinggalkan komentar