sekitarbandung.com – Kota Bandung kembali dihadapkan pada situasi darurat sampah, menyusul pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti. Penumpukan sampah di berbagai titik diperkirakan telah mencapai 4.000 ton dan bisa semakin bertambah banyak.
“Saat ini, estimasi penumpukan sudah mencapai 4.000 ton, dan akan terus bertambah kalau tidak ada upaya apapun,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Salman Faruq, Minggu 12 Oktober 2025.
Dia menyebut, jatah pengiriman sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti kini sebanyak 981 ton sampah per hari, yang jauh berkurang dari kapasitas sebelumnya yakni 1.200 ton per hari. Akibatnya, sekitar 200 hingga 300 ton sampah per hari yang tidak terangkut pun menumpuk.
Dengan kondisi tersebut, Salman menyatakan Pemkot Bandung berupaya memperkuat peran serta masyarakat dalam pengelolaan dan pengurangan sampah. Termasuk dengan menginventarisasi lahan di tingkat RW dan kelurahan buat tempat pengolahan sampah organik.
Selain itu, DLH juga berupaya mengoptimalkan 151 rumah maggot yang telah dibangun di sejumlah kelurahan. Rumah maggot tersebut sejatinya mampu mengolah hingga 1 ton sampah organik per hari, namun saat ini baru beroperasi rata-rata 350 kilogram per hari.
Pemkot Bandung, lanjut dia, juga berencana menambah insinerator, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan ketentuan pemerintah pusat. “Insinerator yang ramah lingkungan tentu merupakan solusi yang dirasakan cukup signifikan untuk menanggulangi keadaan saat ini,” katanya.
Menteri Lingkungan Hidup telah menerbitkan surat edaran terkait penggunaan teknologi thermal. Di dalamnya disebutkan kriteria-kriteria persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk baku mutu emisi yang harus sesuai dengan Permen LH Nomor 70 Tahun 2016.
Mengacu pada aturan itu, Salman menyatakan penggunaan teknologi thermal turut menjadi solusi dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung. Tahun ini, Pemkot Bandung akan menambah enam insinerator di sejumlah kecamatan, seperti Sukasari, Mandalajati, dan Rancasari.
Setiap insinerator, kata dia, ditargetkan mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari. “Tahun ini, ada enam kecamatan yang mengajukan permohonan pemasangan,” katanya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, akan merekrut 1.597 pendamping pemilah sampah untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di setiap wilayah.
“Satu RW satu orang untuk menjadi pendamping pemilahan,” ucapnya.
Farhan menuturkan, sistem pemilahan sampah tersebut akan memastikan sampah organik dapat diolah langsung di tingkat kelurahan atau RW. Baik diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sementara sampah anorganik disalurkan ke bank sampah.
Tambahan kuota
Sementara itu, Pemerintah Kota Cimahi masih menanti respon Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pengajuan tambahan kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. Hal itu dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah yang muncul di berbagai lokasi di Kota Cimahi.
“Sampai saat ini pengangkutan terus berlangsung. Dalam mengatasi tumpukan sampah, Kota Cimahi koordinasi dengan Pemprov. Jabar. Salah satu upayanya sudah membuat surat kepada Sekda Jabar minta penambahan kuota ritase ke TPA Sarimukti,” ujar Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Minggu 12 Oktober 2025.
Pembatasan kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti memicu penumpukan sampah di sejumlah lokasi. Data DLH Kota Cimahi, timbulan sampah mencapai 231 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 ton sampah dikelola dan sisanya diangkut ke TPA.
Terbaru, pembatasan dihitung per dua pekan sekali. Untuk Kota Cimahi, kuota pengangkutan maksimal 119,16 ton per hari atau 1.668,24 per dua minggu atau berkisar 13-14 ritase dari semula 17 ritase per hari. Beberapa kali truk sampah Kota Cimahi juga harus putar balik ketika tiba ke TPA Sarimukti karena kuotanya telah habis.
Ngatiyana mengatakan, Pemkot Cimahi diperbolehkan menambah kuota pengangkutan sampah pada kondisi tertentu. “Masih ada kelonggaran tambahan kuota secara insidentil dan kondisi-kondisi tertentu, yang penting koordinasi,” ujarnya.
Baca juga : 50 Legenda Persib Reuni di Rumah Umuh Muchtar
Saat ini pihaknya juga melakukan penambahan armada pengangkut sampah. Belanja truk pengangkut sampah dilakukan untuk menggantikan armada lama yang saat ini mengalami kerusakan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

