Bandung Pacu Transformasi Kesehatan Menuju 2045

Pemkot Bandung memperkuat percepatan transformasi kesehatan nasional melalui Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kota Bandung yang digelar dalam Apel Pagi di Plaza Balai

Acsyara Aulia

Bandung Pacu Transformasi Kesehatan Menuju 2045

Pemkot Bandung memperkuat percepatan transformasi kesehatan nasional melalui Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kota Bandung yang digelar dalam Apel Pagi di Plaza Balai Kota Bandung (24/11/2025) guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membacakan amanat resmi Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menekankan perlunya transformasi menyeluruh sebagai modal menyiapkan 84 juta anak Indonesia menjadi generasi produktif pada 2045.

“Kita mungkin tidak lagi menyaksikan matahari hangat pada 17 Agustus 2045. Namun kita berkewajiban memastikan anak-anak Indonesia hari ini memiliki masa depan yang sehat dan produktif,” ujar Farhan.

Amanat Menkes mencakup enam pilar transformasi kesehatan yaitu transformasi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, serta teknologi kesehatan.

Penerapan layanan primer diarahkan semakin dekat, cepat, dan berkualitas, sementara transformasi layanan rujukan berfokus pada peningkatan mutu rumah sakit berbasis kompetensi.

Transformasi ketahanan kesehatan menitikberatkan kemandirian obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri agar layanan tidak terganggu situasi kedaruratan.

Transformasi pembiayaan diarahkan menciptakan cakupan pembiayaan yang adil dan efisien termasuk peningkatan peran asuransi kesehatan.

Transformasi SDM kesehatan menguatkan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memenuhi standar kebutuhan layanan.

Transformasi teknologi mengoptimalkan adopsi teknologi digital dalam seluruh rantai layanan kesehatan.

Amanat Menkes juga menegaskan pentingnya perubahan budaya kerja insan kesehatan agar pelayanan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemerintah pusat memberi apresiasi kepada tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, dan para kader yang menjaga kualitas kesehatan warga.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat dipaparkan sebagai pintu masuk skrining massal, terutama untuk percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan di Kota Bandung.

Baca juga : Peace Café Satukan Komunitas Lintas Iman di Bandung

Kegiatan apel turut menghadirkan layanan skrining kesehatan gratis dan peluncuran logo baru Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Farhan selaku Pembina Apel.

Amanat ditutup dengan seruan memperkuat komitmen bersama menuju transformasi kesehatan nasional.

“Dengan generasi sehat, kita wujudkan masa depan hebat menuju Indonesia Emas 2045,” demikian penutup amanat resmi Menkes yang dibacakan Farhan.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar