Bandung Optimalkan RW Mandiri Kurangi Risiko DBD Musim Hujan

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung menargetkan pengaktifan 1.000 RW mandiri hingga Juni 2026 untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan meminimalkan risiko Demam Berdarah Dengue (DBD) selama

Aracely Azwa

Bandung Optimalkan RW Mandiri Kurangi Risiko DBD Musim Hujan

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung menargetkan pengaktifan 1.000 RW mandiri hingga Juni 2026 untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan meminimalkan risiko Demam Berdarah Dengue (DBD) selama musim hujan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi terpadu Pemkot Bandung untuk menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat.

RW Mandiri Bandung: Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu

Pemkot Bandung mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis RW melalui tiga program unggulan: Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), Buruan Sae (pemanfaatan halaman untuk ketahanan pangan), dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat). Saat ini, hampir 500 RW telah menerapkan program ini, dan target 1.000 RW akan tercapai pada Juni 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa sinergi ketiga program ini membantu alur sirkulasi sampah lebih efisien sekaligus mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

“Kalau semua RW terhubung dan aktif, risiko lingkungan yang memicu DBD bisa ditekan secara signifikan,” ujar Farhan.

Baca Juga: Operasional Insinerator Bandung Ditambah, Upaya Tekan Volume Sampah Makin Dipercepat

Pencegahan DBD di Musim Hujan

Musim hujan meningkatkan potensi genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Pemkot Bandung mendorong masyarakat menerapkan edukasi 3M: menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air. Selain itu, layanan pemeriksaan NS1 gratis di seluruh puskesmas memudahkan deteksi dini DBD.

Farhan menambahkan, seluruh jajaran kewilayahan, termasuk kelurahan dan RW, dikerahkan untuk memastikan sosialisasi pencegahan DBD berjalan menyeluruh.

Inovasi dan Teknologi Pengelolaan Sampah

Pemkot Bandung membuka kesempatan bagi akademisi, peneliti, dan pengusaha yang memiliki ide atau teknologi pengelolaan sampah untuk berpartisipasi. Insinerator, biodigester, dan sistem pengolahan berbasis TPS pasar diimplementasikan untuk mengurangi volume sampah organik, terutama di titik padat penduduk.

Optimisme Pemkot dan Dukungan Masyarakat

Dengan target 1.000 RW mandiri, Pemkot Bandung optimistis dapat menekan risiko DBD dan meningkatkan kualitas lingkungan. Farhan menekankan pentingnya partisipasi warga serta kontinuitas program agar kota tetap bersih dan sehat.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar