sekitarbandung.com – Operasional insinerator Bandung resmi ditambah untuk mempercepat pengurangan volume sampah di 12 TPS yang sempat menumpuk. DLH menargetkan percepatan pembersihan dan peningkatan kapasitas pengolahan hingga puluhan ton per hari.
Kenaikan volume sampah yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir membuat Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat. Untuk menekan penumpukan yang terjadi di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memperluas operasional insinerator Bandung di berbagai kecamatan. Penambahan unit baru pun segera diaktifkan untuk memperkuat kemampuan pemrosesan sampah harian.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyebut upaya ini dilakukan parallel dengan percepatan pembersihan sampah di 12 titik TPS yang sebelumnya mengalami penumpukan cukup signifikan.
12 Titik TPS Ditargetkan Tuntas Dibersihkan
Darto menjelaskan bahwa proses pembersihan di lapangan dilakukan secara bertahap karena volume sampah yang menumpuk berbeda-beda di setiap TPS. Empat TPS sudah dinyatakan selesai dibersihkan, sementara delapan titik lainnya masih dalam proses penanganan.
Beberapa lokasi membutuhkan waktu lebih lama karena kapasitas penumpukan mencapai ratusan kubik. Salah satu TPS yang paling berat penangannya adalah TPS Pasar Sederhana, yang sampai harus ditangani selama tiga hari penuh.
“Pasar Sederhana itu baru selesai hampir tengah malam dan memakan waktu tiga hari. Volume sampahnya memang sangat besar,” kata Darto.
Baca Juga: Produksi Kerupuk Mi Banjaran Turun 50 Persen karena Hujan Setiap Hari
Operasional Insinerator Bandung Jadi Penopang Utama
Salah satu strategi penting DLH adalah meningkatkan kapasitas pengolahan melalui operasional insinerator Bandung. Dari total enam insinerator kecamatan yang sudah ada, lima di antaranya kini beroperasi penuh:
-
Bandung Kulon
-
Rancasari
-
Gedebage
-
Batununggal
-
Sukasari
Setiap unit memiliki kapasitas maksimal hingga 10 ton per hari, sehingga total pengolahan bisa mencapai 50–60 ton per hari.
Sementara satu insinerator lainnya masih dalam proses pemasangan. Namun Darto memastikan bahwa unit tersebut akan segera menyusul beroperasi untuk memperkuat daya angkut dan pengolahan di kecamatan lain.
“Dari enam insinerator kecamatan, lima sudah beroperasi dan satu lagi sedang dalam tahap finalisasi,” ujar Darto.
Tambahan 7 Insinerator Baru Perkuat Pengolahan Sampah 2025
Selain mengoptimalkan unit yang sudah ada, Pemerintah Kota Bandung juga menambah tujuh insinerator baru pada 2025. Penambahan ini dilakukan karena kebutuhan pengolahan sampah meningkat drastis setelah gangguan layanan pengangkutan beberapa waktu lalu.
Darto menjelaskan bahwa instalasi insinerator baru akan menyebar ke beberapa titik strategis, sehingga distribusi pengolahan sampah lebih merata dan tidak membebani satu lokasi saja.
Dengan penambahan ini, total insinerator yang dimiliki Bandung mencapai:
-
8 insinerator lama
-
6 insinerator baru
-
Total: 14 unit yang ditargetkan beroperasi sebelum akhir tahun.
“Semua unit lama dan baru kini sudah beroperasi. Kapasitasnya meningkat signifikan,” katanya.
Kapasitas Pengolahan Naik Drastis Hingga Puluhan Ton
Jika seluruh insinerator bekerja optimal, Bandung mampu mengolah lebih dari 100 ton sampah per hari hanya dari fasilitas pembakaran. Angka tersebut membantu mempercepat solusi darurat sambil menunggu normalisasi layanan pengangkutan.
DLH juga mengawasi efektivitas operasi di masing-masing kecamatan, memastikan proses pembakaran sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak lingkungan tambahan.
Sinergi Antar Dinas Percepat Penanganan Sampah Sungai
Selain sampah TPS, penanganan sampah yang terbawa aliran sungai dilakukan oleh Dinas PU. Sampah ratusan kilogram hingga beberapa ton per hari diambil dari aliran sungai lalu diproses oleh insinerator milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).
“Rata-rata sekitar lima ton sampah sungai diolah setiap hari. Semua berjalan paralel,” jelas Darto.
DLH Optimis Pembersihan Menyentuh Semua TPS yang Menumpuk
Darto menegaskan kombinasi antara percepatan pembersihan TPS, operasional insinerator Bandung yang diperluas, serta pembagian tugas antar-organisasi perangkat daerah, menjadi kunci menekan potensi penumpukan baru.
Ia juga meminta warga meningkatkan kedisiplinan dalam memilah sampah dan memastikan volume tidak kembali melonjak.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

