Bandung Waspada, Potensi Ledakan DBD Awal Tahun

sekitarbandung.com – Memasuki musim hujan, kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung menegaskan kesiapsiagaan tidak hanya bergantung

Acsyara Aulia

Bandung Waspada, Potensi Ledakan DBD Awal Tahun

sekitarbandung.com – Memasuki musim hujan, kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung menegaskan kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kekuatan kewilayahan melalui peran aktif RW, kader kesehatan, dan warga dalam mencegah lonjakan kasus.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan bahwa musim hujan selalu menjadi periode krusial terkait peningkatan kasus DBD. Ia menyebutkan bahwa Januari sering menjadi puncak ledakan kasus, disertai dengan pola siklus tiga tahunan yang perlu diantisipasi.

“Perhatikan baik-baik. Kita memasuki musim hujan. Januari biasanya ledakan DBD. Siklus 3 tahunan. Tahun 2026–2028 bisa naik,” ujar Farhan saat berdialog dengan pengurus RW dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-42 di Kelurahan Batununggal, Rabu (26/11/2025).

Farhan juga menekankan pentingnya deteksi dini di tingkat masyarakat. Ia meminta warga memperhatikan gejala awal dan segera melakukan pemeriksaan jika demam tak kunjung turun.

“Kalau warga demam, sakit kepala, dikasih obat tidak turun dalam 24 jam, langsung ke puskesmas minta tes NS1. Gratis,” katanya.

Ia mengingatkan agar warga tidak menunggu kondisi memburuk. “Jangan sampai ada ruam merah, muntah-muntah, mimisan. Itu bahaya pisan,” ucapnya.

Menurut Farhan, seluruh wilayah di Kota Bandung saat ini berada dalam status kewaspadaan tinggi. “Di Bandung semua kelurahan merah. Tidak ada yang bebas DBD,” tegasnya.

Dalam upaya pengendalian, Farhan menekankan intervensi yang harus dilakukan secara bersamaan pada tiga aspek: lingkungan, nyamuk, dan manusia. Ia kembali mendorong gerakan 3M Plus sebagai langkah utama pengendalian berbasis masyarakat.

“Kuras, sikat, tutup, manfaatkan barang bekas. Daripada ditumpuk, lebih baik dijual (dikilo),” jelasnya, mengingatkan pentingnya membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Baca juga : Haye Optimistis Persib Raih Poin Penuh di Singapura

Ia juga menyampaikan bahwa teknologi pengendalian nyamuk seperti wolbachia masih terbatas penerapannya, sementara vaksin DBD belum dapat mencakup seluruh warga. Karena itu, peran RW sebagai garda terdepan sangat penting dalam upaya mitigasi.

” Selain menjaga lingkungan, RW juga berperan dalam pemantauan kesehatan warga, edukasi, serta identifikasi cepat jika ada kasus yang muncul. Intervensi lingkungan, nyamuk, manusia mengenai ruang lingkup kerja bersama yang perlu dijalankan,” tandasnya.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar