Baru 36 dari 151 Koperasi Merah Putih Bandung yang Aktif!

sekitarbandung.com – Dari 151 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang telah dibentuk di Kota Bandung pada Juli 2025, sejauh ini baru 36 koperasi yang beroperasi. Sebagian

Acsyara Aulia

Baru 36 dari 151 Koperasi Merah Putih Bandung yang Aktif!

sekitarbandung.com – Dari 151 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang telah dibentuk di Kota Bandung pada Juli 2025, sejauh ini baru 36 koperasi yang beroperasi. Sebagian besar Koperasi Merah Putih yang aktif tersebut bergerak di bidang penjualan bahan kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bandung Budhi Rukmana mengatakan, Koperasi Merah Putih yang aktif itu sudah lebih banyak dibandingkan pada Juli 2025 atay setelah KKMP di Kota Bandung dibentuk. Ketika itu baru ada lima koperasi yang aktif.

“Pada September, menurut catatan kami sudah ada 36 KKMP yang telah berjalan operasional, walaupun sekitar 90 persen di antaranya bergerak di bidang usaha sembako. Hal ini karena sembako merupakan kebutuhan masyarakat dan mudah dijalankan sebagai bisnis,” kata Budhi.

Kendala KMP

Menurut dia, ada dua kendala yang dihadapi dalam kegiatan Koperasi Merah Putih, yaitu pembiayaan untuk permodalan dan aset. Umumnya koperasi ini pun belum punya kantor atau gerai usaha sendiri, sehingga untuk sementara ini berkantor di kelurahan.

“Para lurah memberikan ruangan di kantor kelurahan untuk dijadikan kantor Koperasi Merah Putih. Namun, untuk gerai usaha memang belum semuanya memiliki, meskipun beberapa sudah menyewa tempat kepada pihak lain,” kata Budhi

Terkait persoalan permodalan, terang dia, Dinas KUKM telah melakukan upaya kemitraan antara koperasi besar di Kota Bandung dengan para KKMP. Bertepatan dengan Hari Koperasi pada 7 Oktober lalu, lima KKMP pun menandatangani kerja sama dengan lima koperasi besar.

“Mudah-mudahan ke depan jumlahnya semakin bertambah. Selain itu, pada bulan Oktober ini hasil dari pendampingan kami menunjukkan sudah ada 33 Koperasi Merah Putih yang mendapat kesempatan untuk memperoleh fasilitasi pinjaman dari bank-bank Himbara,” tuturnya.

Selain menjembatani Koperasi Merah Putih untuk menjalin kerja sama, Budhi menambahkan, pihaknya juga menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengurus. Para pengurus koperasi ini diharapkan mampu memperdalam pengetahuan tentang manajemen koperasi.

Baca juga : Nginep Hemat di Bandung? Coba Hotel Kapsul Ini!

Harapan Pemkot Bandung

Wakil Wali Kota Bandung Erwin berharap, ke depan Koperasi Merah Putih dapat berkembang menjadi koperasi serba usaha. Termasuk di antaranya sebagai koperasi yang mengelola simpan pinjam dan pengelolaan aset produktif, seperti kolam retensi.

Erwin juga membuka kesempatan bagi Koperasi Merah Putih untuk memanfaatkan aset daerah. “Selama aset pemerintah belum digunakan, koperasi boleh memanfaatkannya, tapi kalau nanti dibutuhkan untuk kepentingan publik tentu akan dikembalikan,” ujarnya.

Related Post

Tinggalkan komentar