Fenomena Langka! Tahun 2024 Hadirkan 4 Gerhana, Dua di Antaranya Terjadi di Bulan Ramadan: Catat Jadwalnya!

sekitarBANDUNGcom, Bandung, 21 Maret 2024 – Para pecinta astronomi dan masyarakat umum di Indonesia akan dimanjakan dengan serangkaian fenomena langit yang menakjubkan di tahun 2024

Redaksi Sekitar Bandung

Fenomena Langka! Tahun 2024 Hadirkan 4 Gerhana, Dua di Antaranya Terjadi di Bulan Ramadan: Catat Jadwalnya!

sekitarBANDUNGcom, Bandung, 21 Maret 2024 – Para pecinta astronomi dan masyarakat umum di Indonesia akan dimanjakan dengan serangkaian fenomena langit yang menakjubkan di tahun 2024 ini. Diprediksi akan terjadi total 4 (empat) kali gerhana, yang terdiri dari 2 (dua) kali gerhana Matahari dan 2 (dua) kali gerhana Bulan. Menariknya, dua di antara gerhana ini akan bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sebuah kejadian yang tergolong langka dan istimewa.

Gerhana Bulan Penumbra (GBP): Pembuka Fenomena Langit di Ramadan

Fenomena gerhana pertama di tahun 2024 adalah Gerhana Bulan Penumbra (GBP), yang dijadwalkan akan terjadi pada Senin, 25 Maret 2024. Menurut laman resmi BMKG, gerhana ini akan mulai muncul pada pukul 11.50 WIB, dengan puncaknya terjadi pada pukul 14.12 WIB. Fenomena ini akan berlangsung selama kurang lebih dua jam, di mana gerhana akan berakhir pada pukul 16.34 WIB.

GBP terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan berada dalam garis sejajar, namun Bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Bulan tidak akan gelap sepenuhnya, melainkan hanya akan terlihat lebih redup atau sedikit samar dibandingkan saat fase purnama biasa.

Meskipun terjadi saat Indonesia masih siang hari, Gerhana Bulan Penumbra pada 25 Maret 2024 ini dapat diamati dari sebagian wilayah Indonesia, khususnya di Papua, Papua Barat, dan sebagian Maluku. Bagi masyarakat di wilayah tersebut, ini adalah kesempatan untuk menyaksikan keindahan alam semesta yang unik.

ilustrasi gerhana bulan yang akan terjadi pada tahun 2024

Gerhana Matahari Total (GMT) dan Keistimewaan Bertepatan Ramadan

Gerhana kedua yang akan terjadi adalah Gerhana Matahari Total (GMT) pada 8 April 2024. Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi, dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru. Sayangnya, fenomena Gerhana Matahari Total ini tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia karena akan terjadi di malam hari bagi wilayah Tanah Air.

Baca juga : Siswa SMP di Bandung Boleh Bawa HP, Motor Dilarang Keras!

Yang membuat kedua gerhana ini (GBP 25 Maret dan GMT 8 April) menjadi lebih istimewa adalah keberadaannya di bulan Ramadan. Menurut akun X (@InfoAstronomy) pada Kamis (21/3/2024), kejadian gerhana yang terjadi bersamaan dengan Ramadan ini sangat langka. Dalam 100 tahun terakhir, hanya terdapat 10 pasang gerhana yang terjadi bersamaan dengan bulan suci Ramadan. Ratusan tahun lalu, fenomena gerhana di bulan Ramadan seringkali dimaknai secara spiritual sebagai tanda kebesaran Illahi.

Jadwal Lengkap Empat Gerhana di Tahun 2024:

Sepanjang tahun 2024, total akan terjadi empat peristiwa gerhana. Selain dua gerhana yang bertepatan dengan Ramadan, ada dua gerhana lainnya yang akan terjadi pada paruh kedua tahun. Dua gerhana akan terjadi pada musim semi (Maret, April) dan dua gerhana lagi pada musim gugur (September, Oktober) di Belahan Bumi Utara.

Berikut adalah jadwal lengkap gerhana 2024 beserta lokasi pengamatannya:

  1. Gerhana Bulan Penumbra (GBP)
    • Waktu: 25 Maret 2024
    • Lokasi: Dapat diamati dari Indonesia, khususnya di Papua, Papua Barat, dan sebagian Maluku.
  2. Gerhana Matahari Total (GMT)
    • Waktu: 8 April 2024
    • Lokasi: Tidak dapat diamati dari Indonesia.
  3. Gerhana Bulan Sebagian (GBS)
    • Waktu: 18 September 2024
    • Lokasi: Tidak dapat diamati dari Indonesia.
  4. Gerhana Matahari Cincin (GMC)
    • Waktu: 2 Oktober 2024
    • Lokasi: Tidak dapat diamati dari Indonesia.

Keindahan Alam Semesta dan Pentingnya Kewaspadaan

Meskipun tidak semua fenomena gerhana ini dapat disaksikan langsung di seluruh wilayah Indonesia, namun mereka tetap memberikan kesempatan langka untuk menyaksikan keindahan dan keagungan alam semesta. Peristiwa kesejajaran objek langit—Matahari, Bumi, dan Bulan—adalah pengingat akan dinamika kosmik yang terus berlangsung.

Penting untuk diingat bahwa kedua fenomena ini dilaporkan tidak berpotensi menyebabkan dampak langsung yang berbahaya terhadap Bumi. Namun, untuk pengamatan Gerhana Matahari (jika terjadi di wilayah yang dapat diamati), selalu diperlukan kacamata khusus atau teknik pengamatan tidak langsung untuk melindungi mata.

Jadi, bagi Anda yang berada di wilayah yang disebutkan, jangan lewatkan kesempatan untuk memantau langit pada tanggal 25 Maret 2024 untuk menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra. Catat jadwalnya dan nikmati keindahan fenomena alam semesta ini!

Baca juga : Tips Memilih Sekolah Anak Bandung – Cerdas & Tepat Pilih

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Redaktur: Dudi Abi

Related Post

Tinggalkan komentar