Sekitarbandung.com – Burung Dodo lahir, tumbuh, dan berkembang biak dengan tenang di Pulau Mauritius, di tengah Samudra Hindia, salah satu ekosistem yang paling terisolasi di dunia.
Ia mempunyai sayap, tetapi tidak bisa terbang. Di daerah tersebut tidak ada mamalia predator, tidak ada ancaman dari darat. Bahkan selama jutaan tahun, satwa di sana hidup tanpa perlu takut dengan apa pun.
Dodo sebenarnya pada awalnya bukanlah burung darat. Nenek moyangnya masih bisa terbang, sejenis merpati yang menyasar ke Pulau Mauritius pada jutaan tahun yang lalu.
Tetapi karena tidak ada predator, jadi tidak ada alasan untuk terbang. Generasi demi generasi, sayapnya mengecil. Tubuhnya membesar hingga ia turun permanen ke tanah. Hidup semakin santai, gendut, dan tidak waspada.
Tingginya bisa mencapai 1 meter, dan beratnya bisa mencapai 20 kg. Kerjaannya hanya makan buah jatuh yang ada di tanah. Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa dodo jauh dari kata “usaha” saat menginginkan sesuatu yang diharapkan.
Hingga pada tahun 1598, pelaut Belanda pertama kali sampai di Mauritius. Para pelaut merasa aneh karena dodo sama sekali tidak kabur saat didekati seperti beberapa hewan lainnya.
Selain itu, bahkan dodo berjalan mendekat ke arah para pelaut. Catatan harian para pelaut pada saat itu menyebutkan bahwa burung ini bisa ditangkap dengan tangan kosong.
Dodo melakukan hal yang seperti itu bukan karena berani, tetapi karena tidak tahu di dunia ini ada yang namanya ancaman. Di sinilah awal mula kepunahannya.
Para pelaut datang sambil membawa aneka ragam satwa, seperti tikus, babi, anjing, dan monyet yang kemudian menjadi pendatang baru di Pulau Mauritius.
Para pendatang baru ini menjadi predator telur di sarang dodo. Sarang di tanah yang dibangun tanpa perlindungan. Padahal, dodo hanya bertelur satu butir per musim.
Tak hanya itu, dodo juga terlambat beradaptasi dengan predator baru. Populasinya tidak bertahan dan punah kurang dari 100 tahun sejak kedatangan pelaut Belanda. Akhirnya ia selesai karena tidak mengenal ancaman. Tetapi ini bukan tentang burung dodo.
Baca Juga: 7 Manfaat Air Rebusan Kulit Nanas, Kaya Antioksidan hingga Bisa Kontrol Tekanan Darah

