Dulu China Dihina karena Penjiplak, Kini Dunia Kelabakan Mengejar Teknologinya yang Dianggap sebagai Pencipta

Sekitarbandung.com – Pada tahun 90-an, label “Made in China” identik dengan barang murah dan cepat rusak. Bahkan saat itu, istilah KW yang berarti kualitas sering

Dicky Wicaksono

Dulu China Dihina karena Penjiplak, Kini Dunia Kelabakan Mengejar Teknologinya yang Dianggap sebagai Pencipta
Dulu China Dihina karena Penjiplak, Kini Dunia Kelabakan Mengejar Teknologinya yang Dianggap sebagai Pencipta

Sekitarbandung.com – Pada tahun 90-an, label “Made in China” identik dengan barang murah dan cepat rusak. Bahkan saat itu, istilah KW yang berarti kualitas sering merujuk sebagai barang palsu dari China. China sebagai peniru, begitu dunia melihatnya.

Cara menirunya yaitu mereka membeli teknologi canggih dari luar, lalu dibongkar hingga ke bagian terkecil untuk dipelajari cara membuatnya seperti apa dan bagaimana.

Begitu mengetahui “resep rahasianya”, mereka tidak hanya meniru, tetapi juga mampu membuatnya menjadi lebih murah dan lebih baik. Seolah mereka sangat memahami kesukaan konsumen, yaitu produk yang murah tetapi berkualitas.

Banyak ilmuwan China yang mendedikasikan hidupnya selama lebih dari 60 tahun pada satu bidang keahlian. Tidak banyak pamer, namun tiba-tiba mereka mampu mengeluarkan produk yang bisa menyamai bahkan melampaui kualitas produk yang sebelumnya ditiru.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa China sudah memimpin di sekitar 90 persen teknologi strategis dunia, mulai dari 5G, baterai listrik, hingga teknologi kuantum. Mereka mengejar banyak sektor dan kini berada di garis depan.

Puncaknya terlihat ketika robot humanoid mampu memecahkan rekor maraton. Ketika sebuah karya bisa mendekati kemampuan penciptanya sendiri, hal ini menjadi sesuatu yang luar biasa.

Baca Juga: 6 Fakta tentang China yang Terdengar Palsu, tetapi 100 Persen Nyata

Lari maraton bagi robot humanoid merupakan ujian sekaligus pencapaian dari teknologi itu sendiri.

1. Keseimbangan Otak (AI dan Sensor)

Robot tidak hanya berlari, tetapi juga harus “berpikir” setiap detik agar tidak terjatuh saat menghadapi kerikil atau jalan yang tidak rata.

2. AC Internal (Liquid Cooling)

Mesin yang dipacu untuk berlari menghasilkan panas yang sangat tinggi. China menemukan cara agar mesin tetap stabil tanpa mengalami kerusakan, yang merupakan tantangan utama dalam sistem robot.

3. Napas Panjang (Baterai)

Mereka berhasil mengembangkan baterai yang sangat tahan lama untuk menempuh jarak puluhan kilometer, namun tetap ringan dan efisien.

Di China, pemerintah, pengembang teknologi yang biasanya dimiliki swasta, serta masyarakat bergerak dalam satu tujuan yang sama, yaitu menjadikan negara mereka mampu menguasai berbagai bidang teknologi dunia.

Baca Juga: China Tetapkan Hukuman Mati untuk Kasus Pelecehan Seksual Anak yang Sangat Berat

Related Post

Tinggalkan komentar