sekitarbandung.com – Program unggulan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung ini kembali hadir untuk menghidupkan sektor wisata lokal sekaligus memberikan pilihan transportasi rekreasi yang terjangkau bagi warga.
Kehadiran bus wisata ini langsung menarik perhatian masyarakat, terutama di wilayah selatan Bandung. Selain bisa menikmati pemandangan khas pegunungan, warga kini punya cara baru berwisata tanpa perlu kendaraan pribadi.
Rute Baru Banjaran–Puntang, Mudah Dijangkau dan Nyaman
Kepala Seksi Angkutan Orang Berbasis Jalan Dishub Kabupaten Bandung, Erick Alam Prabowo, menjelaskan bahwa bus wisata kini melayani rute Alun-Alun Banjaran menuju Simpang 3 Puntang dan sebaliknya.
“Kami ingin memberi kemudahan bagi warga Banjaran dan sekitarnya untuk berwisata dengan transportasi publik yang aman dan nyaman,” ujar Erick, Jumat (10/10/2025).
Rute ini menjadi bagian dari strategi Dishub untuk memperluas layanan wisata publik, khususnya di kawasan dengan potensi alam yang masih kuat seperti Gunung Puntang.
Baca Juga: Sinergi TNI-Polri dan Lapas Sukamiskin Gelar Razia Malam, Barang Tajam Disita
Tarif Murah, Fasilitas Nyaman
Bus wisata ini beroperasi setiap Senin hingga Kamis, mulai pukul 08.00–17.00 WIB.
Dengan tarif hanya Rp20.000 per orang (pulang–pergi), masyarakat sudah bisa menikmati perjalanan santai dengan bus berpendingin udara dan tempat duduk yang nyaman.
“Kami ingin masyarakat punya pengalaman wisata menyenangkan tanpa harus keluar biaya besar. Kalau bus disewa untuk acara tertentu, jadwalnya bisa menyesuaikan,” tambah Erick.
Selain efisien, program ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan wisata yang sering dipadati kendaraan pribadi.
Bus Wisata Si Jalak Harupat: Ikon Transportasi Wisata Kabupaten Bandung
Si Jalak Harupat bukan nama baru.
Layanan ini pertama kali meluncur tahun 2020 sebagai bagian dari program Moda Bedas milik Pemkab Bandung.
Bus ini sempat melayani berbagai rute wisata populer, seperti Gedong Budaya Sabilulungan, Taman Pacantells, Kampung Gamis, Lapangan Upakarti, hingga Stadion Si Jalak Harupat.
Pada Ramadan 2024, Dishub sempat membuat inovasi program “Ngarujak Sambel” atau ngabuburit bareng bus wisata, yang melewati kawasan Soreang–Banjaran–Tol Soroja–Al Fathu.
Antusiasme masyarakat saat itu menunjukkan bahwa transportasi wisata publik tetap punya tempat di hati warga.
Dorong Wisata Lokal dan Ekonomi Kreatif
Pengoperasian kembali Bus Wisata Si Jalak Harupat diharapkan menjadi pemicu baru bagi sektor wisata dan UMKM di Kabupaten Bandung.
Dengan meningkatnya kunjungan, usaha kuliner dan kerajinan lokal juga berpeluang berkembang.
“Kami ingin layanan ini bukan hanya alat transportasi, tapi juga sarana edukasi dan promosi wisata lokal,” ujar Erick.
Bus wisata ini tidak hanya mengajak warga berkeliling, tapi juga mengenalkan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bandung.
Informasi resmi Dishub Kabupaten Bandung: dishub.bandungkab.go.id
Kembalinya Bus Wisata Si Jalak Harupat menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
Selain mempermudah akses wisata, program ini juga memperkuat semangat warga untuk mencintai produk dan destinasi lokal.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

