sekitarbandung.com – Program dapur makanan bergizi Bandung (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga kini masih ada sejumlah dapur yang belum mengantongi sertifikat laik higiene, padahal dapur-dapur tersebut tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan gratis di sekolah dan posyandu.
DPRD Soroti Kelayakan Dapur MBG
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Aswan Asep Wawan, menegaskan pemerintah harus bergerak cepat menertibkan dapur MBG yang belum berizin. Menurutnya, izin operasional dan sertifikat higienitas merupakan syarat mutlak agar makanan yang disalurkan benar-benar aman.
“Kalau belum ada sertifikat, dapur jangan sampai buka dulu. Kalau dipaksakan, risikonya besar, bisa menyalahi aturan dan membahayakan masyarakat,” ujar Aswan, Senin (29/9/2025).
Aswan mencontohkan, di Kecamatan Cibiru terdapat sembilan dapur MBG, namun baru enam yang beroperasi. Sementara di Cisurupan, hanya ada dua dapur yang melayani warga. Ketimpangan ini menurutnya harus segera diatasi dengan penambahan fasilitas.
“Setidaknya ada empat dapur tambahan yang dibutuhkan agar pelayanan merata. Pemerataan harus segera diselesaikan agar masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.
Baca Juga: Keracunan MBG Bandung Barat: 1.244 Korban Sembuh, 65 Masih Dirawat
Distribusi Makanan Masih Bermasalah
Selain jumlah dapur yang belum merata, Aswan juga menyoroti distribusi makanan yang dianggap belum efektif. Ia menemukan dapur MBG di Cipadung justru mengirim pasokan makanan hingga ke SMA 24 Ujungberung, sementara wilayah Cipadung sendiri masih kekurangan.
“Akibat distribusi yang tidak normatif, makanan sering terlambat sampai tujuan. Kalau perjalanan lebih dari satu jam, makanan berisiko basi. Harusnya dapur ditata per kelurahan agar distribusi lebih cepat,” jelasnya.
Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas makanan bergizi yang seharusnya mendukung tumbuh kembang anak sekolah.
Kelemahan Koordinasi Antar Pihak
Aswan juga menilai lemahnya komunikasi antara kepala dapur, Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI), dan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) membuat layanan MBG tidak maksimal.
“Banyak temuan di lapangan, kepala dapur tidak bekerja sama dengan SPPI maupun SPPG, termasuk dengan pemasok. Padahal pemasok harus mampu memenuhi kebutuhan sesuai harga wajar, bukan mencari keuntungan berlebih,” ungkapnya.
Ia menyoroti praktik permainan harga, salah satunya pada pembelian LPG untuk dapur MBG yang seharusnya Rp215.000 per tabung, namun ditemukan lebih tinggi.
“Kepala dapur jangan hanya memikirkan keuntungan. Yang utama adalah pelayanan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” katanya.
Sertifikasi Jadi Hambatan Besar
Proses sertifikasi dapur MBG juga dinilai terlalu lambat. Padahal, tanpa sertifikat, dapur berisiko melanggar aturan dan menimbulkan masalah hukum jika terjadi keracunan makanan.
“Kalau izinnya lama, pemerintah harus bergerak cepat mempercepat prosesnya. Wali Kota Bandung harus tanggap agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujar Aswan.
Menurutnya, birokrasi tidak boleh dijadikan alasan membiarkan dapur beroperasi tanpa izin.
Upaya Penertiban dan Harapan ke Depan
Hasil pengawasan DPRD menunjukkan sebagian dapur MBG di Cibiru dan Antapani sudah memiliki izin lengkap. Namun, pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan dapur benar-benar mematuhi standar keamanan pangan.
“Kalau ditemukan dapur tanpa izin, harus ditutup. Itu komitmen kami supaya masyarakat mendapat layanan makanan yang sehat, higienis, dan aman,” tegas Aswan.
Permasalahan yang muncul di Kota Bandung sebenarnya bukan kasus tunggal. Standar pengawasan pangan sekolah juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Informasi resmi mengenai pedoman penyelenggaraan makanan bergizi dapat diakses melalui laman Kementerian Kesehatan RI yang menekankan pentingnya higienitas dan sertifikasi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak terkait, diharapkan dapur MBG di Bandung bisa beroperasi lebih tertib, merata, dan memenuhi standar gizi yang diharapkan masyarakat.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

