sekitarbandung.com – DBD Bandung menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung karena lonjakan kasus biasanya meningkat saat musim hujan. Wali Kota Muhammad Farhan memerintahkan sosialisasi pencegahan DBD secara serentak di semua kelurahan dan menyediakan tes NS1 gratis untuk deteksi dini.
DBD Bandung: Waspada Musim Hujan
Setiap tahun, November hingga Januari merupakan periode rawan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bandung. Pola siklus penyakit menunjukkan tren naik setiap tiga sampai empat tahun. Tahun 2025 mengalami penurunan, namun prediksi menunjukkan kenaikan mulai 2026 dan puncak pada 2028.
Farhan menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. “DBD Bandung harus diantisipasi dengan langkah pencegahan menyeluruh, bukan sekadar fogging,” ujarnya.
Baca Juga: Operasional Insinerator Bandung Ditambah, Upaya Tekan Volume Sampah Makin Dipercepat
Sosialisasi Serentak di Seluruh Kelurahan
Seluruh kelurahan dan kecamatan diinstruksikan melakukan edukasi 3M: menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air untuk mengurangi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Sosialisasi ini menjadi kunci menekan risiko DBD di Bandung.
Selain edukasi, Pemkot menyediakan pemeriksaan NS1 gratis di seluruh puskesmas untuk deteksi dini. Masyarakat dapat memeriksakan diri sejak hari pertama demam sehingga pengobatan bisa lebih cepat dan risiko komplikasi menurun.
Pencegahan Efektif: Kolaborasi Aparat dan Masyarakat
Fogging hanya sebagian dari strategi pencegahan. Kolaborasi antara aparat kelurahan, puskesmas, dan warga sangat penting. Setiap keluarga diharapkan aktif memantau potensi genangan air, bak mandi, atau tempat penampungan lainnya.
Dengan langkah preventif ini, DBD Bandung dapat dikendalikan meski hujan deras mengguyur. Edukasi, deteksi dini, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci menurunkan kasus DBD secara signifikan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

