Digitalisasi UMKM Bandung: Strategi Pemkot Dongkrak Usaha Lokal Naik Kelas

sekitarbandung.com – Langkah besar dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong digitalisasi UMKM Bandung agar mampu bersaing di era digital. Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Pemkot

Aracely Azwa

Digitalisasi UMKM Bandung

sekitarbandung.com – Langkah besar dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong digitalisasi UMKM Bandung agar mampu bersaing di era digital. Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Pemkot menggulirkan berbagai program pembinaan, pelatihan, serta fasilitasi pemasaran untuk membantu pelaku usaha mikro naik kelas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

“Kami aktif membuka peluang pemasaran, baik offline maupun online, agar UMKM Bandung bisa berkembang pesat dan mandiri,” ujarnya.

Beragam kegiatan promosi kini terintegrasi dalam event besar seperti Hari Jadi Kota Bandung, Konser Merah Putih, hingga Wood Coconut Day. Semua kegiatan tersebut menjadi ajang strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

Pemasaran Digital Jadi Fokus Utama Program UMKM Bandung

Selain memfasilitasi promosi konvensional, digitalisasi UMKM Bandung menjadi prioritas utama dalam kebijakan Pemkot. Program ini memungkinkan pelaku usaha untuk terhubung dengan berbagai platform pemerintah seperti e-Katalog dan Bela Pengadaan.

“UMKM yang sudah memiliki NIB bisa langsung masuk ke e-katalog. Sementara yang belum, kami bantu lewat platform Bela Pengadaan,” jelas Budhi.

Langkah ini memudahkan perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan membeli produk lokal secara resmi melalui kanal digital pemerintah.

Sebagai bentuk nyata, Pemkot juga memperkenalkan Marema (Maju Sareng Digital Marketing) platform pelatihan digital yang telah melibatkan 100 pelaku UMKM. Program ini akan diperluas ke 30 kecamatan guna membimbing pengusaha kecil memasarkan produknya secara online, mulai dari pembuatan katalog digital hingga strategi branding.

Baca Juga: Banjir Bojongsoang Terjang Ratusan Rumah, Pemkab Bandung Siaga Total Evakuasi Warga

Salapak dan UMKM Center Jadi Wadah Kolaborasi Offline

Selain digitalisasi, Pemkot Bandung juga menghadirkan Salapak, pusat layanan pemasaran dan informasi bagi pelaku koperasi serta UMKM yang berlokasi di Hotel Horison Bandung. Tempat ini menjadi ruang permanen bagi pelaku usaha untuk menampilkan produk unggulan mereka.

Budhi menambahkan, pemerintah berencana membentuk UMKM Center dan Inkubator Bisnis di setiap kecamatan agar pelatihan dan pendampingan usaha lebih merata.

“Kami ingin setiap kecamatan punya ruang pengembangan UMKM sendiri, agar produktivitas meningkat dan usaha kecil bisa tumbuh berkelanjutan,” katanya.

Akses Permodalan dan Sinergi dengan Perbankan

Meski belum memiliki program bantuan modal langsung, Pemkot Bandung tetap menjadi jembatan antara pelaku usaha dan lembaga keuangan.

“Kami bantu UMKM terhubung dengan pihak perbankan agar mereka lebih mudah mendapatkan modal usaha,” tutur Budhi.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis kecil dan menengah di Kota Bandung, sehingga mereka tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang menghadapi persaingan pasar modern.

Untuk panduan resmi pengembangan UMKM di Indonesia, kunjungi situs Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar