sekitarbandung.com – Dinsos Kota Bandung bersama berbagai unsur pemerintahan, mulai dari Forkopimda, Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga Relawan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, resmi membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) “SIGAP” Kecamatan Cidadap, Rabu 8 OKtober 2025 di Lapang MTHI Cipicung Hilir, Ciumbuleuit.
Kepala Dinsos Kota Bandung, Dr. H. Yorisa Sativa, M.Kes., dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam di wilayah Kota Bandung yang didasari pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat.
“keberhasilan upaya penanggulangan bencana tidak akan tercapai tanpa peran serta aktif masyarakat. Karena itulah pemerintah kota bandung menghadirkan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Cidadap sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat.” Ujar Yorisa.
Yorisa menegaskan bahwa bencana bahwa sebagian besar kawasan Kota Bandung berada dalam zona ancaman tinggi, sehingga pembentukan Kampung Sigap Bencana menjadi sebuah keharusan yang mendesak untuk menghadapi bencana secara cepat.
“pembentukan KSB Sigap di Kecamatan Cidadap menjadi sebuah keharusan yang mendesak. Melalui wadah ini, kita mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, relawan sosial, hingga perangkat pemerintah daerah untuk bersatu, belajar, dan siap menghadapi bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.” ungkapnya
Kecamatan Cidadap sendiri menjadi wilayah yang rawan karena berada di atas jalur Sesar Lembang, patahan aktif sepanjang sekitar 29 kilometer dengan potensi gempa bumi berkekuatan 6,5 hingga 7 magnitudo. Berdasarkan kajian risiko bencana ITB, 62 persen wilayah Kota Bandung berada di zona ancaman tinggi, termasuk Cidadap yang memiliki tingkat kerentanan signifikan.
Sementara itu, laporan panitia penyelenggara menyebutkan bahwa kegiatan pembentukan KSB telah berlangsung sejak Senin (6/10/2025) dan melibatkan 60 warga Cidadap yang terpilih sebagai pionir kebencanaan. Mereka dibagi ke dalam beberapa divisi, yakni evakuasi, dapur umum, logistik, dan hunian sementara.
Kegiatan ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinsos Kota Bandung Tahun Anggaran 2025 serta dukungan donasi dari berbagai pihak. KSB Cidadap juga telah dilengkapi dengan Gardu Sosial dan Lumbung Sosial sesuai amanat Permensos Nomor 128 Tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung menegaskan bahwa pembentukan KSB bukan hanya pembangunan sarana fisik, tetapi juga pembentukan kesadaran, kedisiplinan, dan solidaritas sosial. Ia berharap dengan adanya KSB Sigap, masyarakat tidak lagi panik saat bencana terjadi, melainkan mampu bergerak cepat dan saling membantu.
Baca juga : Satpol PP Bandung Gencar Bongkar Reklame dan Bangunan Ilegal
“Melalui semangat gotong royong dan kesetiakawanan sosial, kami ingin membangun kemitraan publik yang kokoh demi keselamatan bersama,” ujarnya menutup sambutan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

