sekitarbandung.com – Dinsos Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan sosial. Fokus utama kebijakan kini tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi warga agar dapat keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menjelaskan bahwa paradigma penanganan kemiskinan kini telah berubah. Pemerintah tidak lagi hanya memberikan bantuan langsung, tetapi mendorong masyarakat untuk aktif dalam menciptakan peluang usaha dan mengembangkan potensi diri.
“Kita ubah pendekatannya, dari memberi ikan menjadi memberi kail. Bukan sekadar bantuan sosial, tapi pemberdayaan sosial,” ungkap Yorisa, Jumat (17/10/2025).
Fokus Utama: Kemandirian Ekonomi Warga Bandung
Yorisa menyebutkan bahwa strategi pengentasan kemiskinan kini dibedakan berdasarkan tingkat kesejahteraan warga.
-
Warga miskin ekstrem (Desil 1 dan 2) masih mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, serta bantuan iuran BPJS (PBIJK) untuk menjamin kebutuhan dasar.
-
Sedangkan Desil 3 hingga 5 diarahkan pada pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan stimulus ekonomi untuk mendorong kemandirian.
“Kami ingin agar masyarakat bisa naik kelas. Bukan hanya terbantu, tapi bisa menjadi pelaku ekonomi yang mandiri,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Dinsos Kota Bandung dalam mendukung target nasional penghapusan kemiskinan ekstrem secara menyeluruh sebelum 2030.
Baca Juga: Tersesat di Hutan Bukittunggul Bandung, Ayah dan Anak Ditemukan Lemas Setelah Dua Malam
Sekolah Rakyat: Pendidikan untuk Keluarga Miskin
Salah satu program unggulan Dinsos adalah Sekolah Rakyat, sistem pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini memberi kesempatan bagi anak untuk belajar secara layak tanpa membebani orang tua mereka.
“Lewat Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa fokus belajar. Sementara orang tuanya dapat bekerja tanpa harus memikirkan biaya sekolah,” jelas Yorisa.
Program tersebut terbukti membantu banyak keluarga miskin di wilayah Bandung, terutama di daerah padat penduduk seperti Cicendo, Cibiru, dan Kiaracondong.
Target Penurunan Kemiskinan 2025–2026
Berdasarkan data terakhir, tingkat kemiskinan Kota Bandung mencapai 3,51 persen.
Melalui kombinasi antara bantuan sosial langsung dan program pemberdayaan ekonomi, Pemkot Bandung menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan dalam dua tahun ke depan.
“Yang miskin kita bantu, yang rentan kita kuatkan, yang mampu kita jaga. Harapannya semakin banyak warga Bandung yang lulus dari kemiskinan,” ujar Yorisa.
Program Kampung Siaga Bencana: Ketahanan Sosial Berbasis Warga
Selain pemberdayaan ekonomi, Dinsos juga menjalankan Program Kampung Siaga Bencana (KSB) di setiap kecamatan.
Tujuannya adalah membangun kesiapsiagaan sosial warga dalam menghadapi potensi bencana seperti Sesar Lembang dan banjir musiman.
“Kalau BPBD fokus di penyelamatan teknis, Dinsos fokus pada ketangguhan sosial masyarakatnya. Warga harus siap dan saling membantu dalam kondisi darurat,” jelasnya.
Program KSB ini juga menjadi wadah gotong royong lintas masyarakat, karang taruna, serta relawan sosial yang berperan aktif dalam situasi darurat.
Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Keberhasilan
Pemerintah Kota Bandung tidak berjalan sendiri. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan lembaga seperti Kementerian Sosial, Bank bjb, BRI Peduli, serta organisasi kemasyarakatan untuk memperluas dampak pemberdayaan.
Melalui pendekatan multi-stakeholder, Dinsos Kota Bandung berupaya menciptakan sistem yang lebih adaptif dan berkeadilan sosial.
“Program sosial harus menjadi jembatan menuju kesejahteraan, bukan ketergantungan,” tambah Yorisa.
Upaya Dinsos Kota Bandung Selaras dengan SDGs
Seluruh inisiatif Dinsos Kota Bandung sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Pemerintah berharap, sinergi antara kebijakan daerah dan pusat dapat mempercepat capaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai langkah lanjutan, Dinsos juga tengah menyiapkan platform digital “Bandung Peduli Sosial” yang akan mempermudah pendataan, distribusi bantuan, dan pelaporan kegiatan sosial secara transparan.
Menuju Bandung yang Mandiri dan Berkeadilan Sosial
Dengan strategi berbasis pemberdayaan sosial, Dinsos Kota Bandung berharap mampu membentuk masyarakat yang tangguh, mandiri, dan produktif.
Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem tidak hanya soal bantuan materi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa setiap warga berhak sejahtera melalui kerja keras dan kolaborasi.
“Kita ingin Bandung menjadi kota yang kuat secara ekonomi, tangguh secara sosial, dan berdaya secara manusiawi,” tutup Yorisa Sativa.
Baca lebih lanjut tentang program pemberdayaan sosial di kemensos.go.id
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

