Citra Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di mata masyarakat Indonesia kerap menjadi sorotan, dengan persepsi negatif yang sulit dihilangkan. Menanggapi isu sensitif ini, calon legislatif DPR-RI Subchan Dargana, yang maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Jawa Barat, menyerukan sebuah perubahan fundamental. Ia menegaskan bahwa sudah saatnya parlemen diisi oleh figur-figur terbaik bangsa, bukan sekadar mereka yang haus kekuasaan.
Table of Contents
TogglePengakuan Pahit: Citra Buruk DPR dalam Angka Survei
Isu citra buruk anggota dewan ini muncul dalam sebuah acara talkshow “Forum Keadilan” yang disiarkan langsung melalui Instagram. Kang Gana, sapaan akrab Subchan Dargana, tanpa ragu mengamini bahwa persepsi negatif tersebut merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri di tengah masyarakat. Ini menunjukkan kesadarannya akan realitas yang dihadapi oleh lembaga legislatif.
Asumsi publik mengenai buruknya citra DPR ini diperkuat oleh data konkret. Sebuah hasil survei terbaru dari Litbang Kompas menunjukkan angka yang mencengangkan: sebanyak 62,4% responden menilai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki citra yang buruk. Angka ini sangat dominan, jauh melampaui persentase responden yang menilai citra DPR baik, yang hanya sebesar 24,8%. Sisanya, 11,5% responden menjawab tidak tahu, dan 1,3% tidak menjawab. Data ini merupakan cerminan dari rendahnya kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan rakyatnya.
Selain itu, survei tersebut juga menemukan kritik lain yang tak kalah penting: responden merasa langkah partai politik pilihan di DPR kerap kali tidak mewakili aspirasi masyarakat. Ini menunjukkan adanya jurang pemisah antara harapan publik dan kinerja nyata para wakil rakyat.
Baca juga : Bandung Tak Akan Larang Study Tour Sekolah, Ini Syarat dari Wali Kota
Seruan Kang Gana: Ajakan untuk Orang Baik Terjun ke Politik
Menanggapi isu krusial tersebut, respon Kang Gana sangat lugas dan provokatif. Ia menyatakan bahwa memang sudah saatnya Dewan Perwakilan Rakyat diisi oleh orang-orang yang baik, bahkan yang terbaik. Baginya, politik bukanlah sekadar arena perebutan kekuasaan, melainkan wadah untuk memberikan perubahan nyata bagi bangsa.
Kang Gana secara spesifik mengundang individu-individu yang memiliki kualitas tertentu untuk berani terjun ke dunia politik dan berjuang di parlemen. “Bagi teman-teman yang merasa baik dan sudah selesai dengan dirinya sendiri, baik finansial maupun mental, dan punya keinginan untuk memberikan perubahan ditengah bangsa, maka mari bersama-sama berjuang di parlemen melalui pemilu,” ujar Kang Gana. Kriteria “selesai dengan dirinya sendiri” mengisyaratkan integritas yang kuat, bebas dari motif pribadi seperti korupsi atau kepentingan finansial semata, serta memiliki kematangan mental untuk menghadapi tekanan politik.
Filosofi Kang Gana sangat jelas: “Masalah menang itu nomor ke 25. Hal terpenting yang perlu dipastikan bahwa orang yang terlibat ke dalam politik adalah orang-orang yang baik.” Pernyataan ini menegaskan prioritasnya pada kualitas individu dan integritas moral di atas ambisi kemenangan semata. Baginya, kemenangan elektoral akan menjadi bonus jika pondasi moral dan niat baik telah kokoh.
Politik Sebagai Jalan Perubahan, Bukan Sekadar Mengeluh
Lebih lanjut, Kang Gana menyampaikan argumen kuat tentang esensi keterlibatan dalam politik. Menurutnya, hanya dengan masuk ke arena politiklah seseorang dapat benar-benar mengubah dan memperbaiki bangsa ini. Pesannya sangat tegas, bahwa tidak cukup hanya dengan menyalahkan keadaan atau mengeluh dari luar. Ia mendorong masyarakat untuk ikut terlibat dalam merubah keadaan secara langsung melalui jalur politik yang sah.
Pandangan ini menantang stigma negatif yang seringkali melekat pada politik dan mengajak masyarakat untuk melihat politik sebagai kendaraan utama dalam mewujudkan aspirasi dan perubahan. Partisipasi aktif, baik sebagai pemilih cerdas maupun sebagai calon legislatif yang berintegritas, menjadi kunci untuk memperbaiki kualitas demokrasi dan perwakilan di DPR.
Implikasi dan Harapan untuk Demokrasi Indonesia
Seruan Kang Gana ini bukan hanya retorika kampanye, tetapi juga refleksi atas harapan besar masyarakat terhadap kualitas wakil rakyat mereka. Sebuah DPR yang diisi oleh “orang-orang terbaik” diharapkan mampu menghasilkan undang-undang yang lebih berkualitas, melakukan pengawasan yang efektif terhadap pemerintah, dan menyuarakan aspirasi rakyat dengan lebih jujur dan bertanggung jawab.
Meskipun tantangan untuk mengubah citra DPR sangat besar, inisiatif seperti yang disuarakan Kang Gana ini dapat memicu kesadaran kolektif. Ini adalah ajakan kepada para profesional, intelektual, dan individu berintegritas lainnya untuk tidak takut terjun ke politik, melainkan melihatnya sebagai tanggung jawab moral untuk membangun bangsa. Proses Pemilu 2024 menjadi momentum penting untuk mewujudkan harapan ini dan membentuk parlemen yang benar-benar menjadi representasi terbaik dari rakyat Indonesia.
Baca juga : Kemenkum Jabar Tinjau Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung

