sekitarbandung.com – Sistem Traffic Light AI Bandung kini memasuki fase evaluasi akhir setelah hampir dua bulan diuji di Simpang Pasteur. Teknologi lampu lalu lintas berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk membaca antrean kendaraan secara real-time, lalu menyesuaikan durasi lampu hijau dan merah tanpa intervensi petugas lapangan.
Evaluasi menyeluruh ini dilakukan sebelum pemerintah kota memutuskan apakah sistem tersebut layak diperluas ke persimpangan lain yang mengalami kemacetan kronis.
Mengapa Simpang Pasteur Menjadi Lokasi Uji Traffic Light AI Bandung?
Simpang Pasteur dipilih karena merupakan salah satu titik paling padat di Kota Bandung. Arus kendaraan dari arah gerbang tol, pusat kota, hingga kawasan komersial membuat jalur ini menjadi lokasi ideal untuk menguji kemampuan AI dalam mengatur lalu lintas dengan kondisi dinamis.
Pemilihan lokasi padat seperti ini memungkinkan Dishub mengukur sejauh mana sistem AI mampu merespons lonjakan kendaraan saat jam sibuk atau saat akhir pekan.
Baca Juga: Traffic Light AI Bandung Dinilai Belum Efektif Atasi Macet, Pakar ITB Beberkan Alasannya
Cara Kerja Traffic Light AI Bandung Mengatur Lampu Secara Adaptif
Teknologi ini bekerja melalui sensor visual dan modul pengolahan data yang membaca panjang antrean kendaraan. AI kemudian mengambil keputusan otomatis, seperti:
-
memperpanjang durasi lampu hijau saat arus padat,
-
mempersingkat lampu merah ketika antrean mulai menurun,
-
menyesuaikan fase lampu berdasarkan pergerakan kendaraan yang terpantau kamera.
Pendekatan adaptif ini berbeda dari sistem konvensional yang menggunakan timer statis dan tidak mampu membaca kondisi lapangan.
Hasil Pemantauan Awal Traffic Light AI Bandung
Meski laporan resmi masih menunggu penyelesaian dari pihak pengembang, pemantauan sementara menunjukkan beberapa indikasi positif:
-
antrean lebih cepat terurai pada jam tertentu,
-
pergantian fase lampu terasa lebih responsif,
-
kebutuhan operator manual berkurang,
-
potensi efisiensi waktu tempuh pada kondisi normal.
Namun, Dishub tetap menekankan bahwa efektivitas penuh baru dapat disimpulkan setelah analisis data sebelum–sesudah dipresentasikan secara resmi.
Lokasi yang Berpotensi Menjadi Tahap Selanjutnya
Jika sistem Traffic Light AI Bandung terbukti signifikan mengurangi waktu tunggu, penerapan berikutnya dipertimbangkan di beberapa area:
-
Kiaracondong,
-
kawasan Samsat Bandung,
-
jalur layanan publik dengan volume tinggi,
-
ruas dengan antrean padat di jam berangkat dan pulang kerja.
Namun, Dishub menegaskan bahwa teknologi ini tidak akan dipasang di seluruh simpang Kota Bandung. Hanya lokasi yang memiliki intensitas kemacetan tinggi yang akan diutamakan.
Kapan Hasil Evaluasi Traffic Light AI Bandung Dirilis?
Laporan resmi dari pengembang dijadwalkan rampung dan dipresentasikan bulan ini. Setelah data dibandingkan secara teknis, Dishub akan memutuskan apakah sistem akan diperluas, disempurnakan, atau tetap dibatasi pada titik tertentu.
Langkah Dishub Bandung Menuju Kota Cerdas
Penerapan Traffic Light AI Bandung merupakan bagian dari upaya jangka panjang menuju kota dengan sistem transportasi cerdas. Selain AI, Dishub juga menyiapkan penguatan angkutan umum, integrasi sensor lalu lintas, dan penyempurnaan jalur strategis untuk meningkatkan efisiensi mobilitas warga.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

