sekitarbandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong Pasar Seni Institut Teknologi Bandung (ITB) digelar secara rutin setiap tahun.
Ia pun mengapresiasi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB yang menyelenggarakan lagi pasar seni pada tahun ini setelah sempat vakum selama 11 tahun.
Pihaknya pun berterima kasih kepada ITB yang memberikan kesempatan bagi Kota Bandung untuk menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan yang telah berlangsung belum lama ini.
“Kami sangat mendukung apabila Pasar Seni ITB bisa menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setahun sekali agar tetap menjadi momen yang istimewa,” ujar Farhan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/10/2025).
Ia mengatakan, masyarakat juga dapat menikmati beragam kegiatan seni dan kreativitas yang menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian Pasar Seni ITB yang digelar pada 18-19 Oktober 2025.
Sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi, ajang tersebut mempertemukan seniman, desainer, akademisi, pelajar, komunitas, serta masyarakat luas dalam satu perayaan besar seni dan kreativitas.
Menurut dia, kehadiran Pasar Seni ITB pada tahun ini menjadi momentum penting yang menandai kebangkitan kembali tradisi seni ITB setelah vakum selama lebih dari sepuluh tahun.
“Terlebih, Pasar Seni ITB telah menjadi ikon budaya yang melekat kuat sejak pertama kali diadakan pada 1972, sehingga berpotensi menjadi agenda wisata tahunan di Kota Bandung,” kata Farhan.
Pada tahun ini Pasar Seni ITB mengusung tema Setakat Lekat yang menggambarkan keterhubungan manusia dengan teknologi sekaligus kemanusiaan, kreativitas, dan kebersamaan.
Bahkan, terdapat beberapa wahana yang menjadi favorit pengunjung, di antaranya Uulinan, Sikidilik, Laju Lorong, Tendang ke Kandang, Lorong Gorong, Dinokart, hingga Fossil Hunter.
Setiap wahana menawarkan sensasi berbeda dari mulai permainan yang menggugah nostalgia, lorong-lorong penuh kejutan visual, hingga area eksplorasi yang menantang daya pikir dan rasa ingin tahu.
Baca juga : Riverside Forest FC: Klub Punk Football dari Bandung
Melalui pengalaman tersebut, para pengunjung Pasar Seni ITB 2025 diajak untuk merenung, berinteraksi, dan memahami seni dari perspektif yang lebih dekat dan personal.
“Seluruh rangkaian Pasar Seni ITB diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperluas pemahaman publik terhadap dunia seni dan desain,” ujar Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

