Fenomena Rojali di Mal Bandung, Jalan-Jalan Tanpa Belanja?

sekitarbandung.com – Suasana pusat perbelanjaan di Kota Bandung makin semarak. Namun di balik keramaian itu, muncul tren unik bernama Fenomena Rojali di Mal Bandung singkatan

Aracely Azwa

Fenomena Rojali di Mal Bandung

sekitarbandung.com – Suasana pusat perbelanjaan di Kota Bandung makin semarak. Namun di balik keramaian itu, muncul tren unik bernama Fenomena Rojali di Mal Bandung singkatan dari Rombongan Jalan-Jalan Lihat-Lihat. Aktivitas ini bukan lagi sekadar window shopping, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup warga urban, terutama generasi muda.

Salah satu lokasi yang paling terasa geliat Rojali ini adalah Ubertos Mall Bandung, tempat di mana banyak pengunjung hadir bukan untuk belanja, tapi untuk healing, nongkrong, berfoto, atau sekadar menikmati fasilitas mal yang sejuk dan bersih.

Baca Juga: Macet Bandung 27 Juli 2025: 4 Agenda Ini Siap Padatkan Kota

Mal Jadi Ruang Sosial, Bukan Lagi Transaksi

Bagi Hani, seorang tenaga kesehatan asal Ujungberung, datang ke mal bukan hanya soal belanja.

“Healing aja. Sekali seminggu kalau pas pulang ke Bandung,” ujar Hani saat ditemui di Ubertos.

Ia mengaku masih sering membeli kebutuhan rumah langsung di toko karena lebih puas memilih barang ketimbang belanja online.

Rojali: Tren Populer, Tapi Jadi Tantangan untuk Pedagang

Meski pengunjung ramai, Ina, pedagang aksesori di mal yang sama, mengaku fenomena ini tak serta-merta menguntungkan.

“Lapak rame, tapi banyak yang cuma liat-liat,” keluhnya.

Ina mencoba beradaptasi dengan menjual juga via TikTok Shop. Menurutnya, perilaku konsumen online dan offline sangat berbeda, sehingga produk dan pendekatan harus disesuaikan.

Untuk referensi tren sosial belanja di TikTok, Anda bisa lihat data dan studi tren digital terbaru dari Data Indonesia.

Strategi Bertahan di Tengah Tren Baru

Lain halnya dengan Wulan, staf toko busana muslim. Ia sempat mengalami masa kejayaan saat pandemi, bahkan membuka hingga 3 cabang. Kini hanya satu toko yang tersisa di Ubertos.

“Sekarang toko tinggal satu. Bos belum mau ke online karena beda barang dan strategi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa belanja langsung tetap memiliki keunggulan: bisa melihat dan menyentuh produk sebelum membeli.

 Mal Bukan Sekadar Belanja

Fenomena Rojali di Mal Bandung mencerminkan perubahan signifikan dalam kebiasaan masyarakat urban. Mal menjadi ruang sosial multifungsi: tempat bersantai, bertemu teman, atau menikmati suasana, meski tanpa transaksi.

Namun bagi pelaku usaha, tantangannya justru makin besar: bagaimana menerjemahkan keramaian menjadi penjualan nyata?

Untuk memahami dinamika gaya hidup masyarakat urban, Anda juga bisa menyimak kajian urban modern di Urban Studies Journal.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com.

Related Post

Tinggalkan komentar