Sekitarbandung.com – Lambang Gagak Winangsih di Indramayu sudah ada sejak era Kademangan Dharma Ayu Nagari atau Pedukuhan Cimanuk, pada sekitar tahun 1750-an.
Lambang tersebut mulai digunakan pada masa kepemimpinan Raden Sawedi atau Wiralodra III sebagai simbol pemerintahan Dermayu zaman dahulu.
Bukan Tanpa Alasan
Burung gagak dipilih karena dikenal sebagai hewan yang cerdas, ulet, dan tangguh.
Bagi masyarakat pesisir Indramayu, gagak melambangkan semangat pantang menyerah dalam bertahan hidup dan membangun peradaban di sekitar Muara Sungai Cimanuk.
Selain itu, Gagak Winangsih juga menjadi simbol dedikasi dan tanggung jawab “Wong Dermayu” dalam bekerja dan berkarya.
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Sunda yang Bisa Diolah dari Daging Kurban
Simbol-simbol Pusaka Sejarah
Di balik sosok gagak tersebut, terdapat simbol-simbol pusaka bersejarah yang di antaranya yaitu sebagai berikut:
- Cakra Udaksana: Senjata pusaka milik Raden Bagus Arya Wiralodra, pendiri Indramayu.
- Dua tombak menyilang: Melambangkan keberanian warga lokal dalam menjaga kehormatan daerahnya.
Semua elemen tersebut menjadi lambang wibawa, keberanian, dan semangat masyarakat Dermayu sejak dahulu.
Jika kamu pernah melintas di Jalur Pantura wilayah Sukra, maka pasti familiar dengan Tugu Gagak Winangsih setinggi sekitar 4 meter yang menjadi salah satu ikon selamat datang di Indramayu.
Tak hanya itu saja, jika kamu ingin mengenal sejarahnya lebih dalam, maka juga bisa mampir ke Museum Bandar Cimanuk.
Baca Juga: JPO Asia Afrika di Kota Bandung Bukan Hanya Sekadar Tempat Selebrasi Juara

