Sekitarbandung.com – Gugum Gumbira Tirasondjaja merupakan seorang komposer Sunda, pemimpin orkestra, dan koreografer asal Bandung yang lahir pada 4 April 1945.
Gugum mulai menekuni dunia seni sejak usia 20 tahun, dan salah satu karya terbesarnya adalah menciptakan Jaipongan.
Awal Mula Tercipta Jaipongan
Lahirnya Jaipongan bermula dari pelarangan musik rock and roll oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961.
Berkat gagasan kreatif Gugum, Jaipongan lahir dari transformasi dan pengembangan berbagai unsur seni tradisional seperti tari ketuk tilu, pencak silat, wayang golek, dan teater tradisi.
Jaipongan memulai debutnya pada tahun 1978 melalui penampilan perdana Gugum bersama kelompok gamelan dan para penari. Setelah itu, Jaipongan berkembang pesat sepanjang dekade 1980-an.
Mendobrak Stereotip Perempuan Melalui Jaipongan
Dalam gerakan Jaipongan, Gugum secara sengaja mendobrak stereotip lama yang menganggap perempuan harus selalu pasif, kaku, atau terlalu lemah lembut.
Melalui setiap elemen gerak Jaipongan, karakter perempuan digambarkan sebagai sosok yang:
Baca Juga: Nampling, Tradisi Berburu Hama yang Jadi Warisan Budaya Jawa Barat
- Tangguh.
- Kuat/kokoh.
- Gesit.
- Adaptif.
- Berani.
- Percaya diri.
- Anggun.
- Bermartabat.
Jejak Karya Seni
Selain Jaipongan yang terus berkembang hingga saat ini, Gugum juga menciptakan berbagai karya tari lainnya. Beberapa di antaranya adalah:
- Keser Bojong.
- Rendeng Bojong.
- Setra Sari.
- Sonteng.
- Kawung Anten.
- Rawayan.
Lebih lanjut, ia mendirikan Sanggar Seni Jugala sebagai wadah bagi para seniman serta pelestari Jaipongan.
Selain itu, ia juga menghasilkan berbagai album Jaipongan yang dikenal luas dan mendapat apresiasi dari masyarakat.
Baca Juga: Raden Machjar Angga Koesoemadinata, Musikolog Pencipta Notasi Nada Sunda

