sekitarbandung.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, seorang ayah memiliki peran dan amanah besar. Seorang ayah harus berperan memberikan bekal kehidupan anaknya bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan.
“Keberadaan kita sebagai ayah adalah tanggung jawab sekaligus berkah. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga bekal di hari akhir,” kata Farhan pada Peringatan Hari Ayah Tingkat Kota Bandung, di Hotel Grandia, Senin (24/11/202).
Farhan menyampaikan penghargaan khusus kepada para istri dan ibu yang sering kali harus menggantikan kehadiran ayah. Terutama bagi mereka yang bekerja sebagai aparat keamanan, petugas layanan publik, atau profesi lain yang mengharuskan sering bertugas di luar rumah.
“Banyak ayah yang tidak selalu bisa pulang karena tugas. Tapi hebatnya, para ibu selalu berhasil menghadirkan sosok ayah di mata anak-anak. Maka Hari Ayah ini juga saya persembahkan untuk para istri dan ibu,” ucapnya.
Tema peringatan tahun ini, “Ayah Hadir di Era Digital,” dinilai sangat relevan. Bagi Farhan, teknologi membawa peluang besar sekaligus tantangan serius.
“Era digital membuka kemudahan komunikasi dan informasi, tapi juga memunculkan kesenjangan generasi dan kecanduan gawai. Di sinilah ayah harus hadir, bukan hanya fisik, tetapi juga secara emosional dan digital,” ujarnya.
Menurutnya, hadirnya ayah berarti mendengarkan, mendampingi, dan menuntun anak agar menggunakan teknologi secara bijak.
Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan kota digital. Namun bagi Farhan, pembangunan digital harus tetap berpijak pada kekuatan keluarga.
“Kita ingin Bandung unggul dalam teknologi, tapi juga unggul dalam nilai kemanusiaan. Fondasi utamanya tetap keluarga yang harmonis,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, lanjut Farhan, berkomitmen memperkuat program pendidikan keluarga, kesehatan mental, dan penguatan peran ayah–ibu dalam membentuk karakter anak.
“Kehadiran ayah memimpin salat, mendampingi makan bersama di meja makan sederhana, jauh lebih bermakna daripada sekadar video call. Jangan sampai peran ayah diserahkan kepada teknologi,” ucapnya.
Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyampaikan, peringatan Hari Ayah bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghargaan atas kontribusi ayah dalam membangun karakter keluarga.
“Ayah bukan hanya pencari nafkah. Ayah harus menjadi pelindung, pengaman, pendengar yang baik bagi istri dan anak-anak,” ujarnya.
“Di era kids zaman now, bahkan untuk urusan makan atau memilih baju, saya sering bertanya kepada anak. Ayah itu harus mau mendengar,” katanya.
Baca juga : Isu Pengerahan Anak SD, Pemkot Bandung Beri Klarifikasi
Menurutnya, keberhasilan seorang ayah terlihat ketika anak laki-laki ingin menjadi seperti ayahnya, dan anak perempuan ingin kelak memiliki suami seperti ayahnya.
Kepala DP3A Kota Bandung Uum Sumiati meyakini pentingnya kehadiran ayah dalam pengasuhan.
“Pola pengasuhan tanpa peran ayah dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Hari Ayah ini harus menjadi pengingat bagi para ayah untuk meningkatkan kebersamaan bersama keluarga,” ucapnya.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

